Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PANCASILA bukan sekadar teks sejarah yang dibacakan saat upacara. Di tahun 2026, di tengah arus teknologi yang semakin kencang, Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi fondasi moral yang menjaga arah bangsa. Memahami butir-butir pengamalannya adalah kunci untuk menciptakan harmoni di tengah keberagaman Indonesia yang semakin terkoneksi secara digital.
Berdasarkan Ketetapan MPR No. I/MPR/2003, terdapat 7 butir pengamalan untuk Sila Pertama. Berikut penjelasan mendalam beserta contoh aplikatifnya dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital.
Info Penting: Pengamalan Pancasila di era modern tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga melalui perilaku kita di media sosial dan platform digital lain.
Sesuai dengan mekanisme hukum di Indonesia, butir-butir ini menjadi panduan praktis bagi setiap warga negara:
| No | Butir Pengamalan Sila 1 | Contoh Pengamalan Nyata (2026) |
|---|---|---|
| 1 | Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. | Menjalankan ibadah harian sesuai agama yang dianut dengan penuh kesadaran. |
| 2 | Percaya dan takwa sesuai dengan agama masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. | Menolong tetangga yang sedang kesulitan tanpa melihat apa agama mereka. |
| 3 | Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama. | Bekerja dalam tim kantor yang heterogen dengan tetap menghargai waktu ibadah rekan kerja. |
| 4 | Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama. | Menghadiri undangan silaturahmi warga tanpa membeda-bedakan keyakinan. |
| 5 | Agama dan kepercayaan adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan. | Tidak memaksa orang lain untuk mengikuti cara ibadah pribadi kita. |
| 6 | Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah. | Menjaga ketenangan saat lingkungan sekitar sedang melaksanakan hari raya keagamaan. |
| 7 | Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. | Menghargai hak setiap individu untuk memilih atau berpindah keyakinan sesuai hati nuraninya. |
Butir ini menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang religius.
Contoh Pengamalan: Memiliki satu agama atau kepercayaan yang diyakini dan menjalankan ibadahnya secara rutin sesuai keyakinan masing-masing.
Kepercayaan ini dijalankan sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
Contoh Pengamalan: Menjalankan perintah agama tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan, seperti membantu sesama yang tertimpa musibah terlepas dari latar belakang agamanya.
Baca juga: Pengertian Nilai Instrumental Pancasila dan Contoh
Penting bagi penganut agama yang berbeda untuk bekerja sama demi kepentingan umum.
Contoh Pengamalan: Di lingkungan kerja hybrid tahun 2026, rekan kerja saling membantu menyelesaikan proyek meskipun sedang menjalankan ibadah puasa atau persiapan hari raya.
Baca juga: Lagu Garuda Pancasila Pencipta, Lirik, dan Makna yang Terkandung
Kerukunan adalah modal utama persatuan nasional.
Contoh Pengamalan: Tidak mudah terprovokasi oleh konten media sosial yang mencoba mengadu domba antarumat beragama.
Baca juga: Makna dan Arti Pancasila bagi Bangsa Indonesia
Ini menekankan bahwa ibadah adalah hak privasi setiap individu.
Contoh Pengamalan: Tidak menghakimi cara ibadah orang lain atau merasa paling benar sendiri dalam urusan spiritual pribadi.
Baca juga: Pancasila Sejalan dan Tergolong Syariat Islam
Negara menjamin kebebasan setiap warga untuk beribadah.
Contoh Pengamalan: Memberikan waktu dan ruang bagi rekan kerja atau asisten rumah tangga untuk menunaikan ibadah di sela-sela kesibukan.
Baca juga: Nilai-Nilai Pancasila Berdasarkan Perintah Al-Quran
Pemaksaan agama adalah pelanggaran hak asasi manusia dan nilai Pancasila.
Contoh Pengamalan: Menghargai pilihan agama teman atau anggota keluarga tanpa melakukan tekanan psikologis atau sosial.
Di tahun 2026, ruang digital menjadi 'rumah kedua' bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pengamalan Sila Pertama juga harus menyentuh aspek teknologi:
Menghindari perdebatan kusir mengenai teologi agama di kolom komentar yang berpotensi memecah belah. Gunakan bahasa yang santun saat berdiskusi tentang nilai-nilai moral.
Tidak menyebarkan berita atau video potongan yang menyudutkan salah satu agama. Selalu lakukan verifikasi data sebelum menekan tombol share di aplikasi pesan instan.
Saat mengadakan rapat melalui Zoom atau Google Meet, pastikan jadwal tidak berbenturan dengan waktu ibadah utama (seperti Shalat Jumat atau ibadah Minggu pagi) untuk menghormati rekan kerja.
Tantangan terbesar adalah radikalisme digital dan penyebaran hoaks SARA melalui algoritma media sosial. Pengamalan Sila Pertama di sini berarti menjadi netizen yang bijak dan toleran.
Menghormati teman yang sedang berdoa sebelum belajar dan tidak mengejek cara berpakaian keagamaan teman lain.
Karena nilai ketuhanan dianggap sebagai sumber nilai moral dan etika yang menjiwai sila-sila lainnya dalam membangun bangsa Indonesia.
Mengamalkan Sila Pertama Pancasila di tahun 2026 bukan hanya soal ritual ibadah pribadi, melainkan bagaimana kita membawa nilai-nilai ketuhanan tersebut ke dalam interaksi sosial dan digital. Dengan menghormati perbedaan, kita menjaga keutuhan NKRI di tengah perubahan zaman.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved