Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PANCASILA sebagai dasar negara Indonesia memiliki nilai-nilai yang tetap relevan meskipun zaman terus berubah. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menjadi pengingat bahwa di tengah kemajuan teknologi tahun 2026, martabat manusia harus tetap dijunjung tinggi.
Sila ini menuntut kita untuk bersikap adil dan memiliki adab dalam berinteraksi, baik secara fisik maupun di dunia maya. Berdasarkan Ketetapan MPR No. I/MPR/2003, terdapat 10 butir pengamalan sila kedua yang menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Catatan Redaksi: Pengamalan sila kedua di tahun 2026 sangat menekankan pada etika digital, mengingat sebagian besar interaksi manusia kini terjadi di ruang siber.
Berikut rincian 10 butir sila kedua beserta contoh implementasinya dalam kehidupan sehari-hari:
| No | Butir Pengamalan Sila Kedua | Contoh Pengamalan (Era 2026) |
|---|---|---|
| 1 | Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabatnya. | Tidak melakukan perundungan digital (cyberbullying) di media sosial. |
| 2 | Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban asasi manusia. | Memberikan upah yang adil bagi pekerja lepas (freelancer) sesuai standar. |
| 3 | Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. | Membantu tetangga atau rekan yang kesulitan tanpa melihat perbedaan SARA. |
| 4 | Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. | Menghargai privasi dan waktu istirahat orang lain di luar jam kerja. |
| 5 | Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. | Tidak menggunakan jabatan untuk menindas atau merendahkan orang lain. |
| 6 | Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. | Mendukung kampanye kemanusiaan dan perlindungan hak asasi. |
| 7 | Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. | Menjadi relawan dalam aksi sosial atau bantuan bencana alam. |
| 8 | Berani membela kebenaran dan keadilan. | Melaporkan tindakan korupsi atau ketidakadilan di lingkungan sekitar. |
| 9 | Bangsa Indonesia merasa dirinya bagian dari seluruh umat manusia. | Peduli terhadap isu global seperti kelaparan dan perubahan iklim. |
| 10 | Mengembangkan sikap hormat menghormati dengan bangsa lain. | Menghargai budaya asing tanpa melupakan jati diri bangsa sendiri. |
Contoh: Tidak melakukan diskriminasi terhadap rekan kerja atau teman berdasarkan latar belakang ekonomi, ras, atau fisik. Di dunia digital, ini berarti tidak merendahkan orang lain melalui komentar di media sosial.
Contoh: Memberikan kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk mendapatkan akses informasi dan pendidikan digital tanpa memandang status sosial.
Contoh: Membantu sesama yang sedang mengalami musibah, misalnya melalui penggalangan dana digital (crowdfunding) yang transparan untuk korban bencana.
Contoh: Menghargai waktu istirahat rekan kerja dalam sistem kerja remote dengan tidak mengirimkan pesan pekerjaan di luar jam kantor.
Baca juga: Pengamalan Pancasila Sila ke-2 dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh: Tidak menggunakan kekuasaan atau jabatan untuk menekan bawahan, serta menghindari perilaku perundungan (bullying) di lingkungan sekolah maupun kantor.
Contoh: Aktif dalam kegiatan relawan atau organisasi kemanusiaan yang fokus pada isu-isu krusial tahun 2026, seperti perlindungan pengungsi atau hak anak.
Baca juga: Pengertian Nilai Instrumental Pancasila dan Contoh
Contoh: Mengikuti aksi donor darah rutin atau menjadi sukarelawan dalam program literasi digital bagi masyarakat di daerah terpencil.
Contoh: Berani bersuara ketika melihat adanya ketidakadilan atau penyebaran fitnah (hoaks) yang merugikan martabat seseorang di ruang publik.
Baca juga: Lagu Garuda Pancasila Pencipta, Lirik, dan Makna yang Terkandung
Contoh: Memiliki kesadaran global terhadap isu lingkungan seperti perubahan iklim, karena dampaknya dirasakan oleh seluruh umat manusia tanpa batas negara.
Contoh: Menjalin kolaborasi profesional dengan rekan kerja dari berbagai negara dengan tetap membawa identitas budaya Indonesia yang santun.
Baca juga: Makna dan Arti Pancasila bagi Bangsa Indonesia
Contohnya adalah tidak mengejek teman (bullying), berteman dengan siapa saja tanpa membedakan status ekonomi, serta membantu teman yang kesulitan memahami pelajaran.
Sila kedua merupakan landasan filosofis bagi perlindungan HAM di Indonesia. Nilai Adil dan Beradab menuntut pengakuan bahwa setiap manusia memiliki hak dasar yang harus dihormati oleh negara maupun sesama warga negara.
Baca juga: Pancasila Sejalan dan Tergolong Syariat Islam
Adab mencerminkan kualitas kemanusiaan seseorang. Tanpa adab, kecerdasan dan kekuatan manusia bisa menjadi destruktif. Adab memastikan interaksi sosial berjalan dengan penuh rasa hormat dan etika.
Tantangannya adalah menjaga empati. Teknologi AI sering kali membuat interaksi menjadi mekanis. Pengamalan sila kedua memastikan bahwa teknologi digunakan untuk memudahkan urusan manusia tanpa menghilangkan sisi kemanusiaannya.
Baca juga: Nilai-Nilai Pancasila Berdasarkan Perintah Al-Quran
Dengan tidak melakukan cyberbullying, tidak menyebarkan data pribadi orang lain (doxing), dan selalu menggunakan bahasa yang beradab saat berbeda pendapat.
Karena sila ini mengatur hubungan horizontal antarmanusia agar tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis, saling menghargai, dan bermartabat.
Mengamalkan sila kedua Pancasila berarti berkomitmen untuk terus memanusiakan manusia. Di tahun 2026, tantangan kemanusiaan mungkin lebih kompleks dengan adanya teknologi, namun prinsip keadilan dan keberadaban tetap menjadi kompas utama dalam berinteraksi.
1. Berpikir dua kali sebelum membagikan konten: Apakah ini merugikan martabat orang lain?
2. Memberikan dukungan moral atau materiil kepada mereka yang membutuhkan tanpa pamrih.
3. Menghargai privasi dan hak asasi setiap orang di ruang digital.
4. Menolak segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal.
5. Mempraktikkan inklusivitas dalam setiap pengambilan keputusan di organisasi.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved