Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orang menganggap gangguan penglihatan warna atau buta warna adalah kondisi genetik yang dibawa sejak lahir. Namun, jika kemampuan membedakan warna menurun secara mendadak atau perlahan di usia dewasa, hal ini bisa menjadi sinyal bahaya dari dalam tubuh.
Perubahan persepsi warna, yang secara medis disebut dyschromatopsia, sering kali menjadi gejala yang "menipu" karena tidak disertai rasa sakit, padahal bisa menjadi indikasi awal kanker yang agresif.
Riset terbaru di tahun 2026 mengungkapkan bahwa gangguan penglihatan warna memiliki keterkaitan erat dengan keterlambatan diagnosis pada beberapa jenis kanker mematikan. Mulai dari tumor yang menyerang saraf pusat hingga kanker organ dalam yang gejalanya tersembunyi di balik spektrum warna.
Penelitian medis terbaru yang dipublikasikan pada awal 2026 menunjukkan korelasi yang mengejutkan antara buta warna dengan tingkat kematian kanker kandung kemih. Penderita buta warna, terutama tipe merah-hijau, memiliki risiko kematian 52% lebih tinggi dalam 20 tahun setelah diagnosis dibandingkan mereka yang memiliki penglihatan normal.
Mengapa hal ini terjadi? Kanker kandung kemih sering kali menunjukkan gejala awal berupa hematuria atau adanya darah dalam urine. Bagi orang dengan penglihatan normal, perubahan warna urine menjadi kemerahan akan segera memicu kewaspadaan. Namun, bagi penderita gangguan persepsi warna, warna merah tersebut sering kali terlihat sebagai gradasi cokelat atau abu-abu yang dianggap biasa, sehingga diagnosis sering kali baru tegak saat kanker sudah memasuki stadium lanjut yang invasif.
Otak adalah pusat pengolahan informasi visual. Jika terdapat massa atau tumor di area lobus oksipital, kemampuan otak untuk menerjemahkan sinyal warna dari mata akan terganggu. Pasien mungkin merasa warna-warna di sekitarnya tampak memudar (desaturasi) atau sulit membedakan antara biru dan kuning secara mendadak.
Selain lobus oksipital, tumor pada kelenjar pituitari atau meningioma yang menekan saraf optik juga dapat menyebabkan penurunan sensitivitas warna. Sering kali, gangguan warna ini muncul jauh sebelum penglihatan menjadi buram atau terjadi sakit kepala hebat.
Salah satu fenomena medis yang paling langka namun mematikan adalah Cancer-Associated Retinopathy (CAR). Ini adalah sindrom paraneoplastik di mana sistem imun tubuh, saat mencoba melawan sel kanker (biasanya kanker paru-paru sel kecil, kanker payudara, atau kanker rahim), secara tidak sengaja menyerang sel fotoreseptor di retina mata.
Gejala utama CAR meliputi:
Tidak selalu. Namun, buta warna yang didapat (bukan bawaan lahir) hampir selalu menandakan adanya masalah medis serius, seperti kerusakan saraf optik, efek samping obat keras, atau tekanan massa di otak.
Buta warna genetik biasanya stabil sejak lahir dan memengaruhi kedua mata secara simetris. Gangguan warna akibat kanker sering kali muncul mendadak, bisa memengaruhi satu mata lebih dulu, dan diikuti oleh gejala neurologis lainnya.
Kanker paru-paru (melalui sindrom paraneoplastik), tumor otak (lobus oksipital), dan kanker kandung kemih (secara tidak langsung melalui kegagalan deteksi gejala darah).
Jika Anda atau orang terdekat mengalami hal berikut, segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata atau saraf:
| Warna Memudar | Warna merah tampak kusam atau abu-abu secara tiba-tiba. |
| Sakit Kepala | Gangguan warna disertai pusing hebat di pagi hari. |
| Kilatan Cahaya | Melihat kilatan cahaya tanpa adanya rangsangan cahaya eksternal. |
| Urine Gelap | Urine berubah warna gelap tapi sulit dipastikan apakah itu darah. |
Deteksi dini adalah kunci keselamatan. Jangan abaikan perubahan kecil pada cara Anda melihat dunia, karena mata sering kali menjadi jendela pertama yang menunjukkan adanya masalah besar di dalam tubuh. (Z-10)
Studi terbaru mengungkap hubungan mengejutkan antara buta warna dan risiko kematian kanker kandung kemih akibat keterlambatan deteksi gejala urine berdarah.
Sebuah tim ilmuwan dari Amerika Serikat mengklaim menemukan warna baru yang belum pernah dilihat manusia, yang mereka beri nama "olo".
Buta warna bersifat turun-temurun dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.
Nah apa saja bentuk pewarisan sifat pada makhluk hidup dan kelainan sifat yang diturunkan? Lebih jelasnya pelajari uraian berikut.
Buta warna menyebabkan pengidapnya tidak dapat melihat warna tertentu dengan jelas dan akurat.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Sophie Kinsella, penulis best-seller seri "Shopaholic", meninggal dunia di usia 55 tahun setelah berjuang melawan kanker otak agresif.
Taylor Swift menyumbang US$100.000 untuk membantu Lilah, bocah 2 tahun yang berjuang melawan kanker otak langka.
Studi Cambridge menemukan cara baru hentikan penyebaran kanker otak glioblastoma dengan membekukan molekul asam hialuronat. Solusi ini beri harapan terapi baru.
Kelelahan yang tak kunjung membaik bisa menjadi tanda awal kanker otak. Kenali gejala lain seperti kejang, perubahan mood, dan gangguan memori.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved