Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Tak Bisa Bedakan Warna? Waspada 3 Gejala Kanker Mematikan Ini Sering Menipu Mata

 Gana Buana
09/2/2026 14:28
Tak Bisa Bedakan Warna? Waspada 3 Gejala Kanker Mematikan Ini Sering Menipu Mata
Gangguan persepsi warna bukan sekadar buta warna biasa.(Freepik)

BANYAK orang menganggap gangguan penglihatan warna atau buta warna adalah kondisi genetik yang dibawa sejak lahir. Namun, jika kemampuan membedakan warna menurun secara mendadak atau perlahan di usia dewasa, hal ini bisa menjadi sinyal bahaya dari dalam tubuh.

Perubahan persepsi warna, yang secara medis disebut dyschromatopsia, sering kali menjadi gejala yang "menipu" karena tidak disertai rasa sakit, padahal bisa menjadi indikasi awal kanker yang agresif.

Riset terbaru di tahun 2026 mengungkapkan bahwa gangguan penglihatan warna memiliki keterkaitan erat dengan keterlambatan diagnosis pada beberapa jenis kanker mematikan. Mulai dari tumor yang menyerang saraf pusat hingga kanker organ dalam yang gejalanya tersembunyi di balik spektrum warna.

1. Kanker Kandung Kemih: Bahaya Tersembunyi di Balik Warna Merah

Penelitian medis terbaru yang dipublikasikan pada awal 2026 menunjukkan korelasi yang mengejutkan antara buta warna dengan tingkat kematian kanker kandung kemih. Penderita buta warna, terutama tipe merah-hijau, memiliki risiko kematian 52% lebih tinggi dalam 20 tahun setelah diagnosis dibandingkan mereka yang memiliki penglihatan normal.

Mengapa hal ini terjadi? Kanker kandung kemih sering kali menunjukkan gejala awal berupa hematuria atau adanya darah dalam urine. Bagi orang dengan penglihatan normal, perubahan warna urine menjadi kemerahan akan segera memicu kewaspadaan. Namun, bagi penderita gangguan persepsi warna, warna merah tersebut sering kali terlihat sebagai gradasi cokelat atau abu-abu yang dianggap biasa, sehingga diagnosis sering kali baru tegak saat kanker sudah memasuki stadium lanjut yang invasif.

2. Tumor Otak di Lobus Oksipital

Otak adalah pusat pengolahan informasi visual. Jika terdapat massa atau tumor di area lobus oksipital, kemampuan otak untuk menerjemahkan sinyal warna dari mata akan terganggu. Pasien mungkin merasa warna-warna di sekitarnya tampak memudar (desaturasi) atau sulit membedakan antara biru dan kuning secara mendadak.

Selain lobus oksipital, tumor pada kelenjar pituitari atau meningioma yang menekan saraf optik juga dapat menyebabkan penurunan sensitivitas warna. Sering kali, gangguan warna ini muncul jauh sebelum penglihatan menjadi buram atau terjadi sakit kepala hebat.

3. Cancer-Associated Retinopathy (CAR)

Salah satu fenomena medis yang paling langka namun mematikan adalah Cancer-Associated Retinopathy (CAR). Ini adalah sindrom paraneoplastik di mana sistem imun tubuh, saat mencoba melawan sel kanker (biasanya kanker paru-paru sel kecil, kanker payudara, atau kanker rahim), secara tidak sengaja menyerang sel fotoreseptor di retina mata.

Gejala utama CAR meliputi:

  • Gangguan persepsi warna yang memburuk dengan cepat.
  • Munculnya kilatan cahaya (photopsia).
  • Sensitivitas tinggi terhadap cahaya (photophobia).
  • Penurunan penglihatan di tempat gelap (rabun senja).

People Also Ask: Pertanyaan Umum Seputar Gangguan Warna dan Kanker

Apakah buta warna mendadak selalu berarti kanker?

Tidak selalu. Namun, buta warna yang didapat (bukan bawaan lahir) hampir selalu menandakan adanya masalah medis serius, seperti kerusakan saraf optik, efek samping obat keras, atau tekanan massa di otak.

Apa perbedaan buta warna genetik dengan gejala kanker?

Buta warna genetik biasanya stabil sejak lahir dan memengaruhi kedua mata secara simetris. Gangguan warna akibat kanker sering kali muncul mendadak, bisa memengaruhi satu mata lebih dulu, dan diikuti oleh gejala neurologis lainnya.

Jenis kanker apa yang paling sering memengaruhi penglihatan warna?

Kanker paru-paru (melalui sindrom paraneoplastik), tumor otak (lobus oksipital), dan kanker kandung kemih (secara tidak langsung melalui kegagalan deteksi gejala darah).

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Jika Anda atau orang terdekat mengalami hal berikut, segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata atau saraf:

Warna Memudar Warna merah tampak kusam atau abu-abu secara tiba-tiba.
Sakit Kepala Gangguan warna disertai pusing hebat di pagi hari.
Kilatan Cahaya Melihat kilatan cahaya tanpa adanya rangsangan cahaya eksternal.
Urine Gelap Urine berubah warna gelap tapi sulit dipastikan apakah itu darah.

Deteksi dini adalah kunci keselamatan. Jangan abaikan perubahan kecil pada cara Anda melihat dunia, karena mata sering kali menjadi jendela pertama yang menunjukkan adanya masalah besar di dalam tubuh. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya