Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
JIKA Anda mencari indikator nyata tentang seberapa parah kerusakan biodiversitas di wilayah kepulauan, tengoklah nasib siput darat. Sebuah tinjauan besar yang dipimpin Robert Cowie dari University of Hawai‘i at Manoa mengungkapkan skala kehilangan spesies ini tidak hanya mengkhawatirkan, tetapi sudah berada pada level "menghancurkan".
Di banyak pulau vulkanik tinggi, tingkat kepunahan siput darat mencapai angka 30%-80%. Angka ini menjadikan mereka salah satu kelompok hewan yang paling terdampak di bumi. Kepulauan Hawaii dan wilayah Pasifik lainnya menjadi sorotan utama karena tidak ada wilayah lain di dunia yang kehilangan begitu banyak spesies siput darat.
Berbeda dengan banyak invertebrata kecil yang menghilang tanpa jejak, siput darat meninggalkan bukti keberadaan mereka melalui cangkang yang bisa bertahan selama puluhan tahun hingga berabad-abad di dalam tanah. Para peneliti menyebutnya sebagai "bank cangkang". Sebuah kapsul waktu yang mencatat keberadaan spesies yang mungkin punah bahkan sebelum ilmuwan modern sempat mendokumentasikannya.
Namun, hilangnya makhluk-makhluk ini sering kali luput dari perhatian global karena status konservasi yang sudah kedaluwarsa dan kurangnya perhatian pada hewan invertebrata.
Faktor utama yang mendorong kepunahan ini adalah aktivitas manusia. Perusakan habitat melalui penggundulan hutan dan perubahan aliran air menjadi pukulan awal. Namun, "pukulan KO" yang mematikan bagi populasi siput adalah masuknya spesies predator invasif.
Hawaii, yang dulunya merupakan rumah bagi setidaknya 750 spesies unik yang tidak ditemukan di tempat lain, kini hanya menyisakan sebagian kecil dari kekayaan tersebut.
"Hanya sekitar 10%-35% dari keragaman spektakuler ini, termasuk beberapa siput pohon Hawaii yang terkenal dan indah, yang masih bertahan hidup. Itu hanyalah sebagian kecil dari warisan alam asli Hawaii yang unik," ujar Robert Cowie.
Selain tikus, predator yang sengaja didatangkan manusia untuk mengendalikan hama justru menjadi bencana ekologis. Siput serigala merah (rosy wolf snail) dan cacing pipih New Guinea adalah dua pemburu yang bertanggung jawab atas hilangnya banyak spesies lokal.
Meskipun perubahan iklim belum tercatat sebagai pemicu utama kepunahan siput saat ini, para ilmuwan memprediksi hal itu akan menjadi ancaman besar di masa depan. Spesies yang hidup di habitat pegunungan yang sejuk tidak memiliki tempat untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi saat suhu bumi terus meningkat.
Meski angka-angka ini suram, upaya konservasi belum berhenti. Program pengembangbiakan di penangkaran di Hawaii, Jepang, hingga Bermuda menjadi benteng terakhir untuk mencegah garis keturunan kuno ini lenyap sepenuhnya. Fokus utama saat ini adalah melindungi apa yang tersisa sembari berusaha mengendalikan predator invasif di alam liar.
Tinjauan ilmiah ini telah diterbitkan dalam jurnal Philosophical Transactions of the Royal Society B. (Earth/Z-2)
Data global menunjukkan bahwa degradasi alam di Sumatra melampaui wilayah lain di tanah air.
Prof. Syartinilia memaparkan kajian Proyeksi Ekosistem Indonesia 2050 yang meninjau kerentanan ekosistem dari perspektif aktivitas manusia dan perubahan iklim.
Keberadaan reptilia ini tidak hanya menjadi bukti kekayaan hayati, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan kampus IPB Dramaga.
Rut Krüger Giverin meyakini pembangunan Pusat Plasma Nutfah Nasional di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan sangat bermanfaat untuk melestarikan kekayaan biodiversitas.
Kalsel memiliki kekayaan flora dan fauna yang besar. Salah satunya pelestarian keanekaragaman hayati di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam.
Gunung berapi Kilauea di Hawaii kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. Aliran lava terlihat mengalir sejak akhir pekan.
Dwayne Johnson mengenang kesempatan menarikan Taualuga, tarian sakral khas budaya Samoa saat berada di Hawaii.
Gempa 8,7 di Rusia picu peringatan tsunami hingga 3 meter untuk Jepang, Hawaii, dan Rusia. Pulau-pulau Pasifik dan Asia Tenggara juga diminta waspada.
Foto satelit tahun 2021 menunjukkan peristiwa salju ekstrem di Pulau Besar Hawaii, dengan puncak gunung berapi Mauna Loa dan Mauna Kea diselimuti salju tebal yang dijuluki "pineapple powder".
Gunung berapi Kilauea di Pulau Besar Hawaii kembali meletus, menghasilkan aliran lava merah dan asap gas vulkanik yang mencolok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved