Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
RASA empati yang tinggi merupakan modal kemanusiaan yang mulia, terutama saat menghadapi situasi krisis berkepanjangan seperti bencana alam. Namun, tanpa batasan yang sehat, kepedulian tersebut justru dapat berbalik menjadi bumerang bagi kesehatan mental.
Psikolog klinis dari Universitas Padjajaran, Virginia Hanny, M.Psi., mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan emosional agar seseorang tidak terjebak dalam kondisi compassion fatigue atau kelelahan emosional.
Kondisi ini sering kali menghantui mereka yang berada di garis depan bantuan atau masyarakat yang terlalu dalam menyerap duka publik.
"Kelelahan emosional yang dapat dialami oleh tenaga kesehatan, relawan atau masyarakat yang sangat terlibat secara emosional," ujar Virginia, dikutip Rabu (28/1).
Menurut praktisi dari Personal Growth ini, kelelahan emosional membuat seorang penolong merasa kewalahan hingga berisiko mengalami trauma sekunder saat berusaha membantu orang lain.
Untuk mencegah hal tersebut, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membedakan antara empati dan keterlibatan berlebihan (over-involvement).
Seseorang perlu memiliki kepedulian tanpa harus larut sepenuhnya dalam penderitaan orang lain. Hal ini dilakukan dengan membangun benteng pertahanan mental atau psychological boundaries.
“Membangun psychological boundaries, di mana kita harus menyadari bahwa kita dapat peduli tanpa harus bertanggung jawab atas semua penderitaan yang dirasakan oleh orang lain,” tutur Virginia.
Lebih lanjut, Virginia menekankan bahwa setiap individu memiliki kapasitas emosional yang terbatas. Menyadari bahwa kita tidak dapat membantu semua orang bukan berarti bentuk ketidakpedulian, melainkan sikap realistis untuk menjaga keberlangsungan bantuan itu sendiri.
Salah satu pemicu utama stres di era digital adalah paparan konten yang berat. Virginia menyarankan masyarakat untuk berani mengambil jeda dari informasi yang mengandung gambar, video, atau narasi emosional yang intens.
Sebagai gantinya, waktu tersebut sebaiknya diisi dengan aktivitas pemulihan diri seperti refleksi, olahraga, atau kegiatan kreatif.
Menjaga batasan sehat adalah bentuk upaya menjaga kesehatan mental agar empati tidak padam di tengah jalan.
“Penting untuk diingat bahwa melakukan hal-hal tersebut bukan berarti mengurangi kepedulian terhadap para korban, melainkan sebagai upaya menjaga diri agar empati dapat tetap terjaga dalam jangka panjang,” pungkasnya. (Ant/Z-1)
BMKG Samarinda mengeluarkan peringatan dini potensi banjir dan longsor di Kalimantan Timur (Kaltim) periode 11-20 Maret 2026 akibat curah hujan tinggi.
Pemprov Kalsel saat ini sedang menyusun sistem pengelolaan CSR terintegrasi melalui sebuah aplikasi digital
Identifikasi trauma pada anak memerlukan kepekaan khusus karena mereka belum mampu mengomunikasikan perasaan mereka secara verbal.
Banyak orang, baik penyintas maupun relawan, cenderung mengabaikan kondisi mental mereka sendiri karena fokus utama tersita untuk menolong keluarga atau memenuhi kebutuhan dasar.
BPBD Kabupaten Majalengka mencatat mulai 1 Januari hingga 18 Februari 2026 telah terjadi 152 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi agar dapat melakukan mitigasi mandiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved