Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM interaksi sosial, buang angin atau kentut sering kali dianggap sebagai hal memalukan atau sekadar bahan candaan. Namun, bagi para pakar kesehatan, pola gas yang keluar dari tubuh, mulai dari bau, suara, hingga frekuensinya, adalah indikator penting mengenai apa yang sedang terjadi di dalam sistem pencernaan Anda.
Kabar baiknya, hampir 100% manusia melakukan buang angin. Ini adalah proses biologis yang sepenuhnya normal. Namun, memperhatikan perubahan polanya dapat memberikan wawasan berharga kapan tubuh Anda sedang memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
Banyak orang bertanya-tanya mengapa beberapa gas tidak berbau, sementara yang lain sangat tajam. "Sebagian besar gas sebenarnya tidak berbau, dan aroma berasal dari sejumlah kecil senyawa mengandung belerang yang dihasilkan selama pencernaan," jelas Shy Vishnumohan, pakar diet berlisensi.
Saat bakteri usus memfermentasi makanan, mereka melepaskan gas sebagai produk sampingan. Bau ini bergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi dan keseimbangan mikrobiota di usus. Meski perubahan bau sesekali adalah hal normal, aroma yang sangat tajam dan menetap, terutama jika dibarengi kembung, sembelit, atau diare, bisa menjadi sinyal malabsorpsi karbohidrat atau pertumbuhan bakteri berlebih di usus kecil (SIBO).
Apakah gas keluar secara perlahan atau dengan suara keras, ternyata tidak ada hubungannya dengan tingkat kesehatan usus Anda. Pakar diet berlisensi Ava Safir menjelaskan suara buang angin bersifat mekanis, bergantung pada volume gas, kecepatan geraknya, serta kekencangan otot sfingter yang dilewatinya.
Mengenai frekuensi, buang angin hingga 20 kali sehari masih dikategorikan normal. Lonjakan frekuensi biasanya dipicu oleh konsumsi karbohidrat yang mudah terfermentasi, seperti kacang-kacangan, pemanis buatan, atau intoleransi terhadap laktosa dan fruktosa. Jika Anda sedang meningkatkan asupan serat, peningkatan gas ini biasanya bersifat sementara dan akan kembali normal dalam dua hingga enam minggu.
Meski membuang gas adalah tanda pencernaan yang aktif, ada beberapa tanda bahaya yang mengharuskan Anda segera berkonsultasi dengan dokter:
Mengenali pola buang angin bukan hanya tentang mengatasi rasa malu, tetapi tentang memahami bahasa tubuh Anda. Sebagian besar perubahan harian bersifat tidak berbahaya, namun gejala yang menetap adalah alarm alami tubuh yang layak mendapatkan perhatian medis profesional. (Eating Well/Z-2)
Menahan kentut bukan kebiasaan yang dianjurkan, terutama jika dilakukan terlalu sering, karena dapat menyebabkan perut kembung, nyeri perut, gangguan pencernaan
Mereka menyuntikkan tikus dengan senyawa pembawa hidrogen sulfida yang disebut NaGYY, yang secara perlahan melepaskan molekul gas tersebut ke seluruh tubuh.
Nama fart walk memang lucu dan catchy, tapi intinya adalah jalan santai selama 10–15 menit setelah makan agar pencernaan berjalan lebih lancar.
PADA masa kehamilan, terjadi beberapa perubahan pada tubuh. Selain perut mulai membesar, perubahan fisik lainnya ialah payudara terasa nyeri dan sensitif, berat badan bertambah, dan lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved