Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

12 Bahaya Menahan Kentut

Reynaldi Andrian Pamungkas
06/1/2026 21:30
12 Bahaya Menahan Kentut
Berikut Bahaya Menahan Kentut(freepik)

MENAHAN kentut adalah tindakan menahan keluarnya gas dari saluran pencernaan melalui anus, padahal tubuh sebenarnya sedang berusaha mengeluarkan gas tersebut secara alami.

Gas di dalam perut terbentuk dari proses pencernaan makanan, aktivitas bakteri usus, serta udara yang tertelan saat makan atau minum. Saat gas menumpuk, tubuh memberi sinyal untuk mengeluarkannya dalam bentuk kentut.

Menahan kentut bukan kebiasaan yang dianjurkan, terutama jika dilakukan terlalu sering, karena dapat menyebabkan perut kembung, nyeri perut, gangguan pencernaan, hingga rasa tidak nyaman.

Berikut 12 Bahaya Menahan Kentut

1. Perut kembung

Gas yang tertahan menumpuk di saluran pencernaan dan menyebabkan rasa penuh serta tidak nyaman.

2. Nyeri perut

Tekanan gas berlebih dapat menimbulkan kram atau sakit pada perut.

3. Gangguan pencernaan

Menahan kentut terlalu sering bisa mengganggu kerja usus.

4. Mual dan tidak nyaman

Penumpukan gas dapat memicu rasa mual dan begah.

5. Meningkatkan risiko sembelit

Gas yang tertahan dapat memperlambat pergerakan usus.

6. Memperparah asam lambung

Tekanan di perut bisa mendorong naiknya asam lambung.

7. Gangguan wasir

Tekanan berlebih di area anus dapat memperparah wasir.

8. Perut terasa keras

Akibat penumpukan gas yang berlebihan.

9. Menurunkan kenyamanan beraktivitas

Rasa tidak nyaman membuat fokus dan produktivitas menurun.

10. Bau kentut jadi lebih menyengat

Gas yang ditahan lama bisa membuat bau lebih kuat saat dikeluarkan.

11. Memicu stres ringan

Rasa tidak nyaman dan menahan diri bisa memicu stres.

12. Menandakan pola makan kurang sehat

Sering menahan kentut biasanya berkaitan dengan konsumsi makanan penghasil gas berlebih.

Jika memungkinkan, keluarkan kentut secara alami. Perbaiki pola makan, kurangi makanan pemicu gas, dan makan perlahan. (Z-4)

Sumber: halodoc, alodokter



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya