Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Jangan Sembarangan! Ini Daftar Makanan yang Berisiko Jika Dipanaskan Ulang

 Gana Buana
22/1/2026 20:40
Jangan Sembarangan! Ini Daftar Makanan yang Berisiko Jika Dipanaskan Ulang
Jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali(Freepik)

SEJUMLAH jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.

Ahli gizi Rita Ramayulis, menjelaskan bahwa makanan yang sebelumnya telah diolah dengan suhu tinggi sebaiknya tidak dipanaskan kembali.

“Kalau makanan itu sebelumnya sudah diolah dengan suhu tinggi, lalu dipanaskan ulang, akan terjadi pengurangan dan kerusakan zat gizi, bahkan bisa terbentuk zat baru yang bersifat karsinogenik atau membuat lemak menjadi sangat jenuh,” kata Rita dilansir dari Antara, Kamis (22/1).

Perbedaan Menghangatkan dan Memanaskan Ulang

Rita menegaskan bahwa menghangatkan makanan tidak sama dengan memanaskan ulang hingga mendidih dalam waktu lama. Pemanasan yang merusak zat gizi adalah ketika makanan dipanaskan sampai titik didih dan berlangsung lama.

Menurut dia, proses menggoreng ulang merupakan metode pemanasan yang paling berisiko karena dapat menurunkan nilai gizi dan membentuk senyawa berbahaya bagi tubuh.

Makanan Gorengan dan Deep Frying Perlu Diwaspadai

Pengolahan makanan dengan suhu tinggi yang perlu mendapat perhatian khusus adalah makanan yang digoreng, terutama dengan metode deep frying atau menggunakan minyak dalam jumlah banyak, terlebih jika minyak tersebut dipakai berulang kali.

“Kalau hanya dihangatkan sampai suhu sekitar 60 derajat Celsius, itu tidak merusak zat gizi. Namun, makanan yang digoreng untuk kedua kali sudah berisiko kehilangan zat gizinya,” ujar Ketua Pengurus Pusat Indonesian Sport Nutritionist Association (PP ISNA) 2019–2024 itu.

Makanan yang tidak Dianjurkan Dipanaskan Berulang

Rita menyebutkan beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan ulang, antara lain:

  • Makanan yang dibakar, karena sudah terpapar panas tinggi sejak awal
  • Pangan olahan, seperti sosis, kornet, dan daging olahan lainnya
  • Makanan yang mengandung nitrat, seperti bayam, kale, sayuran hijau, dan kentang

Menurut Rita, nitrat yang dipanaskan dapat berubah menjadi nitrit yang berbahaya.

“Nitrit itu berdampak buruk pada pembuluh darah dan bersifat karsinogenik,” jelasnya.

Protein Masih Aman dengan Catatan

Lebih lanjut, Rita menjelaskan bahwa makanan berprotein tinggi masih relatif aman dipanaskan ulang jika sebelumnya diolah dengan suhu rendah, seperti direbus, ditumis, atau dioseng ringan.

Namun, makanan berprotein hewani yang telah digoreng, seperti telur ceplok, sebaiknya tidak dipanaskan kembali karena berisiko merusak zat gizi.

“Kalau telur orak-arik dengan suhu kecil lalu dipanaskan sebentar masih aman. Telur rebus yang dihangatkan juga tidak masalah. Yang berisiko itu jika sebelumnya digoreng dengan suhu tinggi,” kata Dosen Pascasarjana Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan tersebut. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya