Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Persiapkan Mental, Kunci Utama Jalani Ibadah Ramadan yang Sehat dan Lancar

Basuki Eka Purnama
22/1/2026 12:04
Persiapkan Mental, Kunci Utama Jalani Ibadah Ramadan yang Sehat dan Lancar
Ilustrasi(Freepik)

PERSIAPAN menyambut bulan suci Ramadan tidak hanya sebatas menjaga kondisi fisik, tetapi juga kesiapan mental. Dokter umum lulusan Universitas Indonesia, dr. Irwan Heriyanto, menekankan bahwa mental yang matang adalah fondasi utama agar ibadah puasa dapat berjalan lancar dan jauh dari rasa tertekan.

Menurut Irwan, ketidaksiapan mental sering kali memicu kecemasan saat menghadapi perubahan pola hidup selama sebulan penuh.

“Karena sebetulnya yang pertama kali yang harus kita siapkan itu mentalnya dulu, kadang-kadang kita gak siap nih mental puasa, mulai banyak tuh sebetulnya harus siapin ini-itu, mentalnya siap gak. Kalau misalnya mentalnya gak siap nanti akan timbul kepanikan, yang ada bukannya ibadah malah stres,” ujar Irwan dalam sebuah diskusi kesehatan bersama Halodoc di Jakarta.

Sebagai Board of Medical Excellence Halodoc, Irwan menjelaskan bahwa kesiapan mental akan sangat memengaruhi fase-fase kesehatan yang dijalani selama berpuasa. 

Selain aspek psikologis, ia merinci empat fase penting yang harus dipersiapkan, di antaranya adalah penyediaan vitamin pendukung dan perhatian khusus terhadap riwayat penyakit yang diderita.

Adaptasi dan Pola Hidup

Pada minggu pertama Ramadan, tubuh biasanya akan mengalami masa adaptasi terhadap pola puasa. Irwan menyarankan masyarakat untuk lebih peka terhadap gejala penyakit yang muncul pada periode ini. 

Sering kali, gangguan kesehatan dipicu oleh pola makan yang tidak terjaga atau kurangnya waktu istirahat. Jika gejala terasa mengganggu, konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat dianjurkan.

Namun, perhatian tidak berhenti saat Ramadan berakhir. Irwan mengingatkan bahwa euforia Idulfitri juga membawa tantangan kesehatan tersendiri, terutama terkait sajian khas Lebaran.

“Karena kita ngobrolinnya itu mengenai Ramadan pasti akan berkaitan juga dengan masa-masa nanti di Idul Fitrinya, kita tahu menu makanan di Idul Fitri santan, sambal-sambal, itu juga bisa berpengaruh pada kesehatan kita itu juga harus dipersiapkan,” tambahnya.

Risiko Pascalebaran

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa kesiapan mental juga dibutuhkan untuk menghadapi dampak pasca-Idulfitri, seperti potensi kenaikan berat badan dan lonjakan kadar kolesterol akibat pola makan yang tidak terkontrol saat hari raya.

Jika berbagai aspek tersebut terabaikan, dikhawatirkan ibadah puasa akan terasa sebagai beban fisik yang berat, sehingga nilai ibadahnya menjadi tidak maksimal. 

Sebagai penutup, Irwan berpesan agar masyarakat bijak dalam mengatur kesiapan mental, menjaga pola tidur, serta selektif dalam memilih asupan makanan demi menjaga kelancaran ibadah hingga hari kemenangan tiba. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya