Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
LADA, yang sering dijuluki sebagai "Raja Rempah-Rempah," telah menjadi komoditas berharga selama ribuan tahun. Di balik rasanya yang pedas dan aromanya yang khas, lada menyimpan senyawa aktif bernama piperin yang memiliki khasiat luar biasa bagi tubuh manusia.
Artikel ini akan membedah secara mendalam 10 manfaat lada bagi kesehatan berdasarkan bukti ilmiah terbaru, serta memberikan panduan mengenai risiko efek samping yang perlu diwaspadai.
Sebelum masuk ke daftar manfaat, penting untuk memahami apa yang membuat lada begitu berdaya guna. Komponen utama lada adalah piperin, sebuah alkaloid yang memberikan rasa pedas sekaligus bertindak sebagai antioksidan kuat. Selain itu, lada mengandung mineral penting seperti mangan, vitamin K, zat besi, dan serat makanan.
Paparan polusi, sinar matahari berlebih, dan pola makan buruk memicu radikal bebas yang merusak sel. Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa lada hitam kaya akan senyawa tanaman yang memiliki sifat antioksidan kuat. Mengonsumsi lada secara rutin dapat membantu mencegah kerusakan oksidatif pada sel-sel tubuh, yang pada gilirannya menurunkan risiko penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung.
Peradangan kronis adalah akar dari banyak kondisi medis, termasuk artritis, penyakit jantung, dan diabetes. Piperin dalam lada telah terbukti secara efektif melawan peradangan dalam berbagai studi hewan. Meskipun penelitian pada manusia masih terus dikembangkan, banyak ahli gizi merekomendasikan lada sebagai tambahan diet untuk membantu meredakan gejala nyeri sendi.
Manfaat lada bagi kesehatan otak sangat menjanjikan. Piperin telah menunjukkan potensi dalam meningkatkan fungsi memori dan melindungi jalur saraf dari kerusakan. Dalam studi terkait penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson, senyawa dalam lada membantu mengurangi pembentukan plak amiloid yang sering dikaitkan dengan penurunan kognitif.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa piperin dapat membantu meningkatkan metabolisme gula darah. Sebuah studi pada manusia menemukan bahwa konsumsi suplemen yang mengandung piperin secara signifikan meningkatkan sensitivitas insulin. Hal ini menjadikannya bumbu yang sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kestabilan kadar glukosa dalam tubuh.
Lada hitam diyakini memiliki efek penurun kolesterol. Ekstrak lada hitam telah terbukti dalam studi hewan mampu mengurangi kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) sambil mempertahankan atau meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik). Efek ini mendukung kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan.
Ini adalah salah satu manfaat lada yang paling unik. Piperin dapat meningkatkan penyerapan nutrisi esensial seperti kalsium, selenium, serta senyawa tanaman seperti yang ditemukan dalam teh hijau dan kunyit. Sebagai contoh, mengonsumsi lada hitam bersama kunyit dapat meningkatkan penyerapan kurkumin hingga 2.000%, sehingga manfaat anti-kanker kunyit menjadi jauh lebih efektif.
Lada merangsang sekresi enzim pencernaan di pankreas dan hati. Selain itu, lada membantu perut memproduksi asam klorida yang lebih banyak, yang diperlukan untuk memecah protein dan mencerna makanan dengan efisien. Ini membantu mencegah pembentukan gas di usus dan mengurangi risiko kembung.
Meskipun bukan obat, piperin dalam lada hitam telah menunjukkan aktivitas antitumor dalam berbagai studi tabung reaksi. Senyawa ini ditemukan mampu memperlambat replikasi sel kanker payudara, prostat, dan usus besar, serta memicu kematian sel kanker tanpa merusak sel sehat di sekitarnya.
Lada memiliki sifat termogenik, yang berarti dapat meningkatkan suhu inti tubuh dan mempercepat metabolisme. Proses ini membantu tubuh membakar kalori lebih banyak. Lapisan luar butiran lada hitam juga mengandung fitonutrien yang membantu memecah sel-sel lemak.
Sebuah studi kecil menunjukkan bahwa minuman yang mengandung lada hitam dapat mengurangi nafsu makan. Ini bisa menjadi strategi alami bagi mereka yang sedang menjalani program diet untuk mengontrol asupan kalori harian tanpa merasa tersiksa oleh rasa lapar yang berlebihan.
Keduanya berasal dari tanaman yang sama (Piper nigrum). Lada hitam diproses dengan menjemur buah yang hampir matang, sehingga kulitnya tetap ada dan mengandung lebih banyak piperin. Lada putih adalah biji yang kulitnya sudah dibuang. Secara umum, lada hitam memiliki konsentrasi antioksidan yang sedikit lebih tinggi.
Tidak ada dosis resmi, namun mengonsumsi 1/4 hingga 1/2 sendok teh lada per hari dianggap aman bagi kebanyakan orang dewasa sehat untuk mendapatkan manfaat kesehatannya tanpa memicu iritasi lambung.
Meskipun bermanfaat, konsumsi lada yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa risiko:
Kesimpulan: Lada bukan sekadar penambah rasa. Dengan kandungan piperin yang kuat, lada menawarkan perlindungan antioksidan, mendukung metabolisme, dan meningkatkan kesehatan otak. Selama dikonsumsi dalam batas wajar, lada adalah investasi kesehatan yang murah dan mudah didapat di dapur Anda. (Z-10)
Temukan segudang manfaat buah kecapi bagi kesehatan, mulai dari menurunkan kolesterol hingga potensi antikanker. Cek kandungan gizi lengkapnya di sini.
Riset Universitas Cambridge ungkap 168 zat kimia dalam pestisida dan plastik yang merusak mikrobioma usus dan memicu resistensi antibiotik.
Diet jus sering diklaim menyehatkan dan mendetoks tubuh. Namun studi terbaru mengungkap diet jus justru dapat merusak mikrobioma usus.
Umbi-umbian kembali menjadi sorotan sebagai salah satu sumber pangan lokal paling potensial untuk menjaga kesehatan tubuh.
Penelitian terbaru menyebut kiwi, roti gandum, dan air mineral tinggi dapat membantu mengatasi sembelit kronis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved