Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Pemeriksaan Kesehatan Calon Jemaah Haji 2026 Berlapis

Akma Fauzi
14/1/2026 11:05
Pemeriksaan Kesehatan Calon Jemaah Haji 2026 Berlapis
Ilustrasi(ANTARA/ANDIKA WAHYU)

PEMERINTAH memperketat syarat kesehatan bagi calon jemaah haji tahun 2026. Langkah ini dilakukan melalui proses verifikasi kesehatan berlapis guna memastikan setiap jemaah memenuhi kriteria istitaah (kemampuan fisik dan kesehatan) sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Proses verifikasi ini dimulai dari kelengkapan medical check-up hingga pemeriksaan final di embarkasi sebelum keberangkatan.

Kementerian Haji (Kemenhaj) telah mengintegrasikan data pemeriksaan haji dengan riwayat kepesertaan BPJS Kesehatan (JKN). Melalui sistem ini, petugas dapat melacak riwayat medis jemaah secara otomatis, termasuk kunjungan fasilitas kesehatan dalam tiga bulan terakhir.

"Upaya kita sebenarnya adalah mendapatkan data kesehatan jemaah sebelum kita periksa. Dan yang bisa memberikan data itu adalah jemaah yang sudah menjadi peserta BPJS,” ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (13/1) malam.

Riwayat tersebut menjadi acuan penting untuk melihat apakah penyakit bawaan jemaah dalam kondisi stabil atau tidak, yang kemudian disinkronkan dengan hasil pemeriksaan fisik dari rumah sakit.

Selain kesehatan fisik, pemeriksaan tahun ini juga mencakup penilaian kesehatan mental dan kognitif untuk mendeteksi gejala demensia. Penilaian dilakukan secara digital melalui aplikasi dengan serangkaian pertanyaan proses, seperti menanyakan nama Presiden. Sistem kemudian akan menentukan kelayakan jemaah secara otomatis untuk menghindari intervensi petugas.

Menurut Liliek, kebijakan baru ini tidak hanya bertujuan menentukan siapa yang layak berangkat, tetapi juga untuk mengendalikan faktor risiko kesehatan agar kondisi jemaah tetap prima sejak dari tanah air hingga kembali ke Indonesia.

Meski telah dinyatakan lolos di tahap awal, kondisi jemaah akan terus dipantau secara berkala. Pemeriksaan ulang di embarkasi tetap menjadi filter terakhir untuk memastikan fisik jemaah benar-benar siap. Liliek pun menekankan pentingnya bagi jemaah untuk menjaga kebugaran secara mandiri hingga hari keberangkatan.

“Monitoring dilakukan melalui kegiatan manasik ibadah yang di dalamnya juga ada manasik kesehatan,” pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya