Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR besar yang melanda Kabupaten Aceh Timur pada akhir November 2025 berdampak luas terhadap permukiman warga. Di Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, lebih dari 75 persen wilayah terendam banjir dengan ketinggian muka air mencapai lebih dari tiga meter, menyebabkan kerusakan berat pada rumah warga hingga sebagian besar tidak lagi layak huni.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), serta kementerian dan lembaga terkait terus melakukan penanganan darurat secara terpadu. Fokus utama penanganan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk penyediaan tenda pengungsian, bantuan logistik, peralatan pendukung, serta layanan kesehatan.
Memasuki masa transisi menuju pemulihan, BNPB mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) sebagai pengganti tenda darurat. Huntara dibangun dengan pendekatan in-situ maupun relokasi, menyesuaikan tingkat kerusakan rumah dan kondisi wilayah terdampak, sembari menunggu pembangunan hunian tetap (huntap).
"Hunian sementara disiapkan agar warga terdampak memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman selama proses pemulihan berlangsung," kata Kapusdatin BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin (12/1).
Berdasarkan data Posko Penanganan Darurat Banjir Aceh Timur per Sabtu (10/1), sebanyak 87 unit huntara dibangun di Kecamatan Pante Bidari. Dari jumlah tersebut, 44 unit dialokasikan untuk warga Gampong Pante Rambong dan ditargetkan selesai dalam waktu satu pekan.
"Secara keseluruhan, jumlah huntara yang telah dan sedang dibangun di Kabupaten Aceh Timur mencapai 3.409 unit," ujarnya.
Untuk pekan ini, target penyelesaian ditetapkan sebanyak 171 unit yang tersebar di Kecamatan Pante Bidari 44 unit, Kecamatan Julok 10 unit, Kecamatan Peureulak Barat 30 unit, Kecamatan Simpang Ulim 63 unit, dan Kecamatan Idi Rayeuk 24 unit.
BNPB memastikan pembangunan huntara dilaksanakan sesuai standar teknis dengan memperhatikan aspek keamanan dan kelayakan huni sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. (H-3)
Ketua Posko Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Safrizal, meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) terakhir di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan.
Menurutnya, data tersebut diperlukan sebagai bahan laporan pemerintah kepada Presiden mengenai perkembangan penanganan dan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera.
Pembangunan huntara di Desa Tunyang, Kabupaten Bener Meriah, Aceh,dipercepat.
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto memastikan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah tetap berjalan dengan optimal.
MENTERI Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, memastikan warga terdampak bencana tanah bergerak di Tegal, Jawa Tengah, akan menempati hunian sementara (Huntara) sebelum Lebaran.
Ibas mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap agar pengungsi tidak terlalu lama berada di tenda darurat.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved