Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
KUSTA atau lepra merupakan salah satu penyakit tropis terabaikan (Neglected Tropical Diseases/NTDs) yang masih banyak terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.
Disabilitas pada pasien kusta dibagi menjadi 3 tingkatan. Pertama, tingkat 0 atau tidak ada disabilitas dan tidak ada kerusakan atau deformitas yang terlihat pada mata, tangan, atau kaki. Kedua, tingkat 1 yakni kehilangan sensibilitas pada mata, tangan, dan kaki. Dan yang ketiga adalah tingkat 2 yaitu adanya kerusakan kerusakan yang terlihat pada mata, tangan, atau kaki.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, Arini Widodo, menjelaskan ada beberapa indikasi utama penyebab tingginya disabilitas tingkat 2 (Grade 2 Disability/G2D), antara lain diagnosis yang terlambat, banyak kasus kusta baru yang teridentifikasi ketika sudah terjadi kerusakan saraf yang terlihat (G2D), karena pasien tidak menyadari atau menunda datang ke fasilitas kesehatan.
"Kemudian masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang gejala awal. Lesi kulit tanpa rasa sakit pada stadium awal sering diabaikan, sehingga tidak segera diperiksakan," kata Arini saat dihubungi, Sabtu (10/1).
Selain itu, akses kesehatan yang sulit di daerah terpencil juga bisa menyebabkan perburukan pada penyakit kusta. Dan wilayah dengan layanan kesehatan terbatas membuat pemeriksaan dan pengobatan terlambat diberikan.
"Dan penyebab yang masih sering terjadi hingga kini yaitu stigma dan diskriminasi sosial. Ketakutan terhadap stigma tersebut membuat banyak orang enggan mencari perawatan, sehingga diagnosis pun terhambat," ujar dia.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan laporan WHO terkini, kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia. Pada 2023 tercatat 14.376 kasus baru kusta, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah kasus tertinggi di dunia.
Sekitar 8,2% kasus terjadi pada anak-anak, yang merupakan indikator adanya penularan aktif di komunitas.
Angka disabilitas tingkat 2 menunjukkan bahwa masih banyak pasien yang datang telat ke fasilitas kesehatan sehingga penyakit sudah berkembang hingga terjadi kerusakan saraf dan deformitas yang tampak. (H-2)
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap komitmen Sasakawa Foundation dalam upaya mengeliminasi penyakit kusta di Indonesia.
Penanganan kusta tidak dapat dilihat hanya dari sisi medis. Faktor sosial memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan pengendalian penyakit ini.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah tengah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat eliminasi kusta. Salah satunya dengan menyertakannya di CKG.
Indonesia masih menempati peringkat tiga besar negara dengan jumlah kasus kusta terbanyak di dunia.
UPAYA eliminasi kusta di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterlambatan deteksi dini hingga hambatan sosial berupa stigma dan diskriminasi.
UPAYA eliminasi kusta di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterlambatan deteksi dini hingga hambatan sosial berupa stigma dan diskriminasi.
Indonesia masih menghadapi ribuan kasus kusta tiap tahun. Empat strategi kunci dari deteksi dini hingga anti-stigma dinilai penting menuju target Zero Leprosy.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved