Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Indonesia Masuk 3 Besar Kasus Kusta Terbanyak, Stigma Jadi Musuh Utama

Rahmatul Fajri
15/1/2026 18:28
Indonesia Masuk 3 Besar Kasus Kusta Terbanyak, Stigma Jadi Musuh Utama
Indonesia masuk 3 besar negara dengan kasus kusta terbanyak di dunia.(MI/Rahmatul Fajri)

Indonesia masih menempati peringkat tiga besar negara dengan jumlah kasus kusta terbanyak di dunia. Kondisi ini menegaskan bahwa persoalan kusta bukan semata isu medis, melainkan juga krisis edukasi dan kemanusiaan yang memicu stigma serta diskriminasi terhadap para penyintas.

Duta Besar Kehormatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Pemberantasan Kusta, Yohei Sasakawa, menegaskan komitmennya untuk membantu Indonesia menghapus stigma yang selama ini melekat pada penyakit tersebut. Dalam kunjungannya ke Jakarta, Sasakawa menyoroti masih kuatnya anggapan keliru yang memosisikan kusta sebagai penyakit kutukan.

“Yang terpenting adalah mengobati dan membebaskan mereka dari diskriminasi, sekaligus menumbuhkan simpati. Kusta memiliki penjelasan medis yang jelas, namun persoalan terbesarnya adalah stigma akibat miskomunikasi yang harus kita lawan bersama,” ujar Sasakawa dalam konferensi pers di Wisma Habibie-Ainun, Jakarta, Kamis (15/1).

Sasakawa menilai rendahnya pemahaman masyarakat menjadi faktor utama yang memperparah penyebaran penyakit sekaligus mendorong pengucilan sosial terhadap penyintas kusta.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyambut baik komitmen Sasakawa Health Foundation (SHF). Ia menegaskan bahwa praktik mengisolasi penderita kusta tidak memiliki dasar ilmiah dan justru memperburuk persoalan.

“Kalau ada yang mengucilkan atau membuang saudaranya karena lepra, itu murni disinformasi. Tidak ada bukti ilmiahnya. Faktanya, setelah penderita mengonsumsi antibiotik kurang dari satu minggu, bakteri kusta sudah tidak menular,” tegas Budi.

Menurut Budi, kemajuan ilmu kedokteran saat ini memungkinkan kusta disembuhkan secara total, asalkan ditangani lebih dini dan tanpa hambatan stigma sosial.

Kesehatan dan Demokrasi

Ketua Dewan Pembina Yayasan The Habibie Center, Ilham Akbar Habibie, menyatakan kesiapan lembaganya untuk berkolaborasi dengan Sasakawa Foundation dan Kementerian Kesehatan dalam upaya pemberantasan kusta. Ia menekankan bahwa isu kesehatan merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas demokrasi.

“Demokrasi bukan hanya soal sistem politik. Ia juga mencakup kualitas hidup, kebebasan, kesejahteraan, kesehatan, dan keadilan. Kesehatan adalah elemen mendasar bagi siapa pun yang peduli pada demokrasi,” ujar Ilham. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik