Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pakar: Penanganan Kusta Perlu Diprioritaskan untuk Eliminasi di Semua Wilayah

M Iqbal Al Machmudi
08/1/2026 20:20
Pakar: Penanganan Kusta Perlu Diprioritaskan untuk Eliminasi di Semua Wilayah
Ilustrasi penyakit kusta.(Dok. Freepik)

DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengatakan untuk penanggulangan kusta perlu diangkat sebagai prioritas nasional. Cara itu juga berlaku untuk eliminasi Penyakit Tropis Terabaikan (Neglected Tropical Diseases/NTDs) lainnya.

"Memang harus diakui bahwa ini harus diangkat jadi prioritas. Sebelum mencapai Indonesia Emas seharusnya penyakit terabaikan sudah selesai," kata Tjandra kepada Media Indonesia, Kamis (8/1).

Menurutnya kasus kusta di Indonesia adalah penularan yang masih ada di masyarakat, dampak kecacatan yang mengganggu, masalah stigma, dan sebagainya.

"Jadi penanggulangan nomor satu adalah memang diprioritaskan oleh pemerintah. Walaupun saya sekali lagi," ucapnya.

Secara detailnya pemerintah bisa melakukan program pendidikan seperti biasa yakni kasus ditemukan, kemudian diobati segera, yang sakit ditanggulangi, dan menggencarkan agar stigma di masyarakat bisa dihilangkan.

Eliminasi NTDs

Selain kusta, Neglected Tropical Diseases atau penyakit NTD's lainnya juga masih mengancam Indonesia. NTD's adalah adalah kelompok penyakit tropis yang terabaikan, disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, atau jamur, yang umumnya menyerang penduduk miskin di daerah tropis dan subtropis. Terdapat lebih dari 20 jenis NTD's menular, yang utamanya ditemukan di daerah tropis, dan biasanya berhubungan dengan kemiskinan, lingkungan kotor, dan masalah sosial ekonomi yang buruk.

"Dengan kata lain, kita masih punya sejumlah penyakit menular yang berhubungan dengan kemiskinan dan sosial ekonomi yang buruk, dan masih juga terabaikan," ungkap Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara.

Di dunia, ada lebih dari 1 miliar orang yang terkena penyakit NTDs dan lebih dari 1,6 miliar orang perlu intervensi terhadap NTDs. Sebagian besar kasus terjadi di Afrika.

Ia berharap agar NTDs di Indonesia tidak diabaikan, diberikan prioritas, dan dilaksanakan program eliminasinya.

"Jangan sampai di Indonesia Emas kelak masih saja ada penyakit-penyakit menular yang berhubungan dengan kemiskinan," pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik