Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Kasus Kematian Anak Akibat Super Flu Meningkat 2 Kali Lipat di AS

M Iqbal Al Machmudi
10/1/2026 10:24
Kasus Kematian Anak Akibat Super Flu Meningkat 2 Kali Lipat di AS
Ilustrasi(Freepik.com)

BOSTON, Massachusetts, Amerika Serikat (AS) melaporkan dua anak meninggal dunia akibat  influenza A (H3N2) subclade K atau yang disebut super flu. Kematian terkait flu pada anak pertama di kota itu sejak 2013, sehingga total kematian terkait flu pada anak-anak di Massachusetts menjadi empat.

Komisaris Kesehatan Masyarakat Boston, Bisola Ojikutu, mencatat peningkatan kasus flu di Boston, khususnya di kalangan anak-anak.

"Tragisnya, dua anak di bawah usia dua tahun telah meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan flu hingga saat ini di Boston," kata Ojikutu dikutip dari Boston Herald, Sabtu (8/1).

Boston mengalami lonjakan 126% dalam kasus flu yang terkonfirmasi pada pekan terakhir yang dilaporkan hingga 27 Desember, menurut laporan Komisi Kesehatan Masyarakat Boston (BPHC), dan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit hampir tiga kali lipat.

Menurut Ojikutu, di antara anak-anak di bawah usia lima tahun, terjadi peningkatan 142% dalam kasus flu yang terkonfirmasi dalam dua minggu terakhir bulan Desember. Kunjungan ke unit gawat darurat untuk anak-anak kecil meningkat 225%, dan rawat inap hampir tiga kali lipat dalam kurun waktu yang sama.

"Dibandingkan tahun lalu, kami mencatat dua kali lebih banyak anak yang dirawat di rumah sakit karena flu musim ini," ujar Ojikutu.

Sementara itu secara nasional, Amerika Serikat mengalami tingkat infeksi tertinggi dalam hampir tiga dekade, menurut statistik flu yang dirilis Centers for Disease Control and Prevention (CDC) peningkatan tingkat penyakit seiring dengan terus menyebarnya strain virus baru subklade K.

Di, New York, AS termasuk yang paling parah terkena dampaknya, negara bagian ini mencatat jumlah rawat inap akibat flu tertinggi dalam satu minggu antara Jumat, 26 Desember, dan Jumat, 2 Januari.

Pada minggu terakhir bulan Desember, negara tersebut mencatat peningkatan yang sangat besar, yaitu 33%, dalam kasus positif flu. Dan lebih dari 8% kunjungan ke dokter yang mengeluhkan sakit tenggorokan dan batuk parah. Keluhan tersebut merupakan dua gejala khas dari virus terbaru itu.

Dilansir dari New York Times jumlah orang sakit terus meningkat sepanjang musim liburan dan mulai menunjukkan angka yang mengkhawatirkan sejak November 2025, ketika subklade K sebabkan lebih dari setengah kasus flu di AS.

Jumlah kasus Super Flu di Paman Sam meningkay bisa disebabkan karena jumlah orang yang divaksinasi semakin berkurang karena ketidakpercayaan publik terus meningkat, terutama di bawah kepemimpinan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Robert F. Kennedy Jr.

Berdasarkan data dari CDC, hanya sekitar 48 juta orang dewasa yang telah mendapatkan vaksin flu tahun ini, turun dari hampir 61 juta pada musim flu 2019-2020. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya