Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta Badan Gizi Nasional (BGN) agar menekankan pentingnya tidak terlalu memaksakan diri atau ngoyo dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta agar BGN lebih mengutamakan kualitas gizi yang diberikan.
"Kami optimistis MBG bisa mencapai target 82,9 juta penerima karena saat ini telah tercatat 55,1 juta. Meski begitu, Pak Presiden dalam retret menyampaikan agar 'jangan ngoyo'. Tujuannya agar kualitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sesuai petunjuk teknis dan aman dari risiko keracunan pangan," ujar Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, saat meninjau pelaksanaan MBG di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis (8/1).
Nanik menambahkan, pada 2026 akan ada perluasan penerima manfaat, khususnya anak-anak di pondok pesantren dan rumah singgah yang belum tercatat di Sekolah Rakyat. "Di manapun anak Indonesia berada, baik di pondok resmi terdaftar di Kementerian Agama maupun tidak, mereka akan mendapatkan MBG, termasuk anak-anak di rumah singgah yang sebelumnya belum terjangkau," jelasnya.
Ia juga optimistis target 82,9 juta penerima MBG akan tercapai pada Mei 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo. "Insya Allah, dengan tambahan penerima baru, target bulan Mei bisa tercapai. Optimisme ini muncul karena dari enam juta penerima di 2025, kini sudah mencapai 55,1 juta," kata Nanik.
Tahun 2025, BGN menyalurkan anggaran Rp71 triliun untuk menjangkau enam juta penerima. Tahun ini, anggaran sebesar Rp335 triliun akan dioptimalkan untuk memperbaiki tata kelola MBG dan SPPG agar insiden keracunan pangan bisa diminimalkan. Sepanjang 2025, BGN berhasil membangun 19.188 SPPG di seluruh Indonesia dengan penerima manfaat mencakup siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. (Ant/E-4)
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved