Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Hukum Tajwid Surat Ali Imran Ayat 190-191 Lengkap dan Arti

Wisnu Arto Subari
04/1/2026 23:00
Hukum Tajwid Surat Ali Imran Ayat 190-191 Lengkap dan Arti
Ilustrasi.(Freepik)

Mempelajari Al-Qur'an tidak hanya sekadar membaca teksnya, tetapi juga memahami cara membacanya dengan benar sesuai kaidah ilmu tajwid. Salah satu bagian Al-Qur'an yang sering dipelajari karena kedalaman maknanya adalah hukum tajwid Surat Ali Imran ayat 190-191. Ayat ini menjelaskan tentang tanda-tanda kebesaran Allah SWT dalam penciptaan langit dan bumi serta karakteristik Ulul Albab (orang-orang yang berakal).

Bagi Anda yang sedang memperdalam bacaan Al-Qur'an, memahami hukum bacaan pada ayat ini sangat penting agar tidak terjadi kesalahan makna saat melafalkannya. Berikut adalah analisis lengkap tajwid, teks Arab, terjemahan, hingga kandungan ayatnya yang merujuk pada Surat Ali Imran.

Bacaan Surat Ali Imran Ayat 190-191

Sebelum masuk ke analisis tajwid, berikut adalah teks Arab, latin, dan terjemahan dari Surat Ali Imran ayat 190-191:

Ayat 190

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Inna fī khalqis-samāwāti wal-arḍi wakhtilāfil-laili wan-nahāri la'āyātil li'ulil-albāb(i).

Artinya: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal,"

Ayat 191

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allażīna yażkurūnallāha qiyāmaw wa qu‘ūdaw wa ‘alā junūbihim wa yatafakkarūna fī khalqis-samāwāti wal-arḍ(i), rabbanā mā khalaqta hāżā bāṭilā(n), subḥānaka faqinā ‘ażāban-nār(i).

Artinya: "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka."

Baca juga: Ali Imran Ayat 102 Makna Ya Ayyuhalladzina Amanu Ittaqullaha Haqqa Tuqatih

Analisis Hukum Tajwid Surat Ali Imran Ayat 190

Berikut adalah uraian mendetail mengenai hukum tajwid yang terdapat dalam ayat 190:

  • إِنَّ (Inna): Hukumnya adalah Ghunnah Musyaddadah. Hal ini terjadi karena ada huruf Nun bertasydid. Cara membacanya adalah dengan mendengung ditahan kira-kira 2-3 harakat.
  • فِي (Fii): Hukumnya Mad Thabi'i (Mad Asli), karena terdapat Ya sukun didahului huruf berharakat kasrah. Dibaca panjang 2 harakat.
  • السَّمَاوَاتِ (As-samaawaati): Terdapat Alif Lam Syamsiyah karena Alif Lam bertemu huruf Sin. Lam-nya tidak dibaca (lebur). Kemudian pada 'maa' dan 'waa' terdapat Mad Thabi'i.

Baca juga: Tafsir Surat Ali Imran 133 tentang Surga dan Penghuninya

  • وَالْأَرْضِ (Wal-ardhi): Hukumnya Alif Lam Qamariyah, karena Alif Lam bertemu huruf Alif. Lam harus dibaca jelas. Pada kata 'ardhi', huruf Ra dibaca Tafkhim (tebal) karena sukun didahului fathah.
  • وَاخْتِلَافِ (Wakhtilaafi): Terdapat Mad Thabi'i pada huruf Lam alif, dibaca panjang 2 harakat.
  • اللَّيْلِ (Allaili): Hukumnya Alif Lam Syamsiyah karena Alif Lam bertemu Lam. Selain itu, terdapat Mad Layyin jika waqaf, namun jika washal (sambung) dibaca biasa.
  • وَالنَّهَارِ (Wannahaari): Terdapat Alif Lam Syamsiyah dan Ghunnah pada huruf Nun bertasydid. Kemudian ada Mad Thabi'i pada huruf Ha.

Baca juga: Tafsir Ali Imran 19 Islam Diridai Allah dan Agama para Nabi

  • لَآيَاتٍ (La-aayaatin): Huruf Hamzah bertemu Alif disebut Mad Badal, dibaca panjang 2 harakat. Huruf Ya diikuti alif adalah Mad Thabi'i.
  • لِأُولِي (Li-ulil): Terdapat Mad Thabi'i pada huruf Lam yang diikuti Ya sukun.
  • الْأَلْبَابِ (Al-albaab): Hukumnya Alif Lam Qamariyah (Alif Lam bertemu Hamzah/Alif). Di akhir ayat, hukumnya menjadi Mad Arid Lissukun karena Mad Thabi'i bertemu huruf hidup yang diwaqafkan (Ba). Cara membacanya boleh panjang 2, 4, atau 6 harakat, diakhiri dengan pantulan Qalqalah Kubra pada huruf Ba.

Baca juga: Tafsir Ali Imran Ayat 55 Pengangkatan Nabi Isa dan Wafatnya

Analisis Hukum Tajwid Surat Ali Imran Ayat 191

Selanjutnya, berikut adalah rincian hukum bacaan untuk ayat 191 agar bacaan Anda semakin sempurna:

  • الَّذِينَ (Alladzina): Hukumnya Alif Lam Syamsiyah dan Mad Thabi'i (Dzal kasrah bertemu Ya sukun).
  • يَذْكُرُونَ (Yadz-kuruuna): Huruf Dzal sukun harus dibaca jelas (bukan Qalqalah). Huruf Ra dibaca tebal (Tafkhim) karena berharakat dhommah. Terdapat Mad Thabi'i pada huruf Wawu sukun.
  • اللَّهَ (Allaha): Hukumnya Lam Jalalah Tafkhim (tebal) karena didahului huruf berharakat fathah/dhommah (dalam hal ini dhommah dari huruf Nun sebelumnya).

Baca juga: 30 Juz 114 Surat dalam Al-Quran, Yuk Hafalkan

  • قِيَامًا وَ (Qiyaamaw-wa): Tanwin bertemu Wawu adalah hukum Idgham Bighunnah. Suara tanwin dimasukkan ke huruf Wawu disertai dengung.
  • وَقُعُودًا وَ (Wa qu'uudaw-wa): Terdapat Mad Thabi'i pada 'u'. Kemudian Tanwin bertemu Wawu kembali membentuk Idgham Bighunnah.
  • عَلَىٰ ( 'Alaa): Hukumnya Mad Thabi'i (Alif maqsurah/bengkok).

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

  • جُنُوبِهِمْ (Junuubihim): Terdapat Mad Thabi'i pada huruf Nu.
  • جُنُوبِهِمْ وَ (Junuubihim-wa): Mim mati bertemu Wawu adalah hukum Idzhar Syafawi. Mim harus dibaca jelas, tidak boleh mendengung atau samar.
  • يَتَفَكَّرُونَ (Yatafakkaruuna): Ra bertasydid dibaca tebal (Tafkhim). Terdapat Mad Thabi'i pada Wawu sukun.

Baca juga: 37 Surat dalam Juz Amma dengan Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahan

  • رَبَّنَا (Rabbanaa): Terdapat Mad Thabi'i di akhir kata.
  • مَا خَلَقْتَ (Maa Khalaqta): 'Maa' adalah Mad Thabi'i. Pada kata 'Khalaqta', huruf Qaf sukun di tengah kalimat adalah Qalqalah Sughra (pantulan kecil).
  • هَٰذَا (Haadzaa): Dua-duanya adalah Mad Thabi'i.

Baca juga: Cara Mengamalkan Bacaan Yasin Fadhilah

  • بَاطِلًا (Baathilaa): Jika waqaf (berhenti) di sini, hukumnya adalah Mad 'Iwadh. Tanwin fathah diganti menjadi Mad (panjang 2 harakat) karena waqaf.
  • سُبْحَانَكَ (Subhaanaka): Huruf Ba sukun di tengah kata adalah Qalqalah Sughra. Huruf Ha diikuti alif adalah Mad Thabi'i.
  • فَقِنَا (Faqinaa): Terdapat Mad Thabi'i di akhir kata.
  • عَذَابَ النَّارِ ('Adzaaban-naar): Kata 'Adzaaba' mengandung Mad Thabi'i. Kata 'An-Naar' memiliki Alif Lam Syamsiyah, Ghunnah (Nun bertasydid), dan diakhiri dengan Mad Arid Lissukun.

Baca juga: Tafsir Ali Imran Ayat 59 Penciptaan Isa dan Adam

Isi Kandungan Surat Ali Imran Ayat 190-191

Setelah memahami hukum tajwid Surat Ali Imran ayat 190-191, penting juga untuk meresapi maknanya. Kedua ayat ini merupakan inti dari konsep Ulul Albab dalam Islam.

Pertama, ayat 190 mengajak manusia untuk berpikir kritis (tafakur) tentang penciptaan alam semesta. Pergantian siang dan malam serta keteraturan langit dan bumi bukanlah kejadian kebetulan, melainkan tanda kebesaran Allah bagi mereka yang menggunakan akalnya.

Kedua, pada ayat 191, Allah SWT menjelaskan ciri fisik dan spiritual Ulul Albab. Mereka adalah orang yang senantiasa menyeimbangkan Dzikir (mengingat Allah dalam segala kondisi: berdiri, duduk, berbaring) dan Fikir (memikirkan penciptaan alam). Hasil dari kombinasi dzikir dan pikir ini melahirkan kesadaran bahwa tidak ada ciptaan Allah yang sia-sia, yang kemudian bermuara pada doa memohon perlindungan dari api neraka.

Dengan menerapkan hukum tajwid yang benar saat membaca ayat ini, diharapkan kita tidak hanya mendapatkan pahala tilawah, tetapi juga mampu menyerap esensi spiritual untuk menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual dan spiritual.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya