Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana gempa bumi di tahun 2026. BMKG memproyeksikan intensitas kegempaan tahun ini tidak akan jauh berbeda dengan tahun 2025 yang mencatat angka fantastis, yakni lebih dari 43 ribu kali guncangan.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa lepas dari risiko seismik tinggi. Hal ini didasarkan pada evaluasi data kegempaan sepanjang tahun lalu yang menunjukkan aktivitas tektonik yang sangat dinamis.
Berdasarkan data monitoring BMKG sepanjang 2025, Indonesia diguncang sebanyak 43.439 kali gempa bumi. Mayoritas gempa tersebut didominasi oleh kekuatan kecil, namun jumlah gempa yang merusak pun tidak sedikit.
“Sebagian besar merupakan gempa berkekuatan M<5 sebanyak 43.286 kejadian, sementara 153 gempa tercatat berkekuatan M≥5. Dari seluruh kejadian tersebut, 973 gempa dirasakan oleh masyarakat, dan 25 gempa diantaranya menimbulkan kerusakan,” ungkap Nelly kepada Media Indonesia, Jumat (2/1).
Nelly menjelaskan bahwa tingginya frekuensi gempa ini merupakan konsekuensi logis dari posisi geografis Indonesia. Nusantara terletak tepat di zona tumbukan empat lempeng tektonik raksasa dunia, yaitu Lempeng Indo-Australia, Eurasia, Pasifik, dan Filipina.
Kondisi ini membuat akumulasi energi di berbagai zona subduksi dan sesar aktif terus terjadi, yang sewaktu-waktu dapat terlepaskan sebagai gempa bumi. Oleh karena itu, tren kegempaan di tahun 2026 diprediksi akan mengikuti pola yang sama.
“Karena memang kita di wilayah dengan aktivitas seismik yang tinggi, maka potensinya akan kurang lebih sama,” tegas Nelly.
Dengan prediksi ini, kesiapsiagaan dan mitigasi bencana menjadi kunci utama bagi masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi potensi bahaya tektonik sepanjang tahun 2026. (Ant/Z-10)
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa Sumba tersebut terjadi pada pukul 18.41 WIB.
DUA bangunan rumah warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan rusak terdampak gempa 4,2 magnitudo, Minggu (15/3). Kedua bangunan itu berada di dua lokasi berbeda.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik di Laut Selatan Sukabumi, Jawa Barat hari ini 13 Maret 2026 dini hari pukul 02.18 WIB. berdasarkan BMKG gempa terkini itu tak berpotensi tsunami
Gempa bumi 5,4 magnitudo yang terjadi berpusat di Kota Sukabumi kedalaman 43 kilometer tidak berpotensi tsunami.
BMKG mencatat sedikitnya 20 gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,1 hingga 4,1 terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (10/3) dini hari.
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved