Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana gempa bumi di tahun 2026. BMKG memproyeksikan intensitas kegempaan tahun ini tidak akan jauh berbeda dengan tahun 2025 yang mencatat angka fantastis, yakni lebih dari 43 ribu kali guncangan.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa lepas dari risiko seismik tinggi. Hal ini didasarkan pada evaluasi data kegempaan sepanjang tahun lalu yang menunjukkan aktivitas tektonik yang sangat dinamis.
Berdasarkan data monitoring BMKG sepanjang 2025, Indonesia diguncang sebanyak 43.439 kali gempa bumi. Mayoritas gempa tersebut didominasi oleh kekuatan kecil, namun jumlah gempa yang merusak pun tidak sedikit.
“Sebagian besar merupakan gempa berkekuatan M<5 sebanyak 43.286 kejadian, sementara 153 gempa tercatat berkekuatan M≥5. Dari seluruh kejadian tersebut, 973 gempa dirasakan oleh masyarakat, dan 25 gempa diantaranya menimbulkan kerusakan,” ungkap Nelly kepada Media Indonesia, Jumat (2/1).
Nelly menjelaskan bahwa tingginya frekuensi gempa ini merupakan konsekuensi logis dari posisi geografis Indonesia. Nusantara terletak tepat di zona tumbukan empat lempeng tektonik raksasa dunia, yaitu Lempeng Indo-Australia, Eurasia, Pasifik, dan Filipina.
Kondisi ini membuat akumulasi energi di berbagai zona subduksi dan sesar aktif terus terjadi, yang sewaktu-waktu dapat terlepaskan sebagai gempa bumi. Oleh karena itu, tren kegempaan di tahun 2026 diprediksi akan mengikuti pola yang sama.
“Karena memang kita di wilayah dengan aktivitas seismik yang tinggi, maka potensinya akan kurang lebih sama,” tegas Nelly.
Dengan prediksi ini, kesiapsiagaan dan mitigasi bencana menjadi kunci utama bagi masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi potensi bahaya tektonik sepanjang tahun 2026. (Ant/Z-10)
Latihan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi digelar SMPN 1 Lembang bekerja sama dengan Relawan Penanggulangan Bencana Lembang (RPBL).
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku pada Sabtu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik M6,4 (update) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Taluad, Sulut merupakan akibat dari deformasi batuan Lempeng Maluku
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut).
Gempa dangkal magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Bali. BBMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved