Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Himpsi Dampingi Anak Korban Gempa Poso Lewat Program Dukungan Psikososial

Despian Nurhidayat
01/1/2026 13:07
Himpsi Dampingi Anak Korban Gempa Poso Lewat Program Dukungan Psikososial
Himpsi melaksanakan rangkaian Psychosocial Support Program bagi anak-anak yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso.(Himpsi)

Korps Relawan Bencana di bawah Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), melaksanakan rangkaian Psychosocial Support Program bagi anak-anak yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso. Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari pelatihan peningkatan kapasitas guru yang sebelumnya digelar pada November silam. Program pendampingan tersebut dirancang khusus untuk anak PAUD, TK, SD, dan SMP. Untuk anak usia dini hingga sekolah dasar. Kegiatan dikemas dalam program Rumah Gembira, dan Menjadi Lebih Kuat. 

Selama empat hari anak-anak mengikuti sesi pelatihan, permainan edukatif, hingga simulasi penyelamatan diri melalui Integrated Drill Procedure. Secara keseluruhan, program ini menjangkau 31 sekolah terdampak bencana dan melibatkan 1.625 siswa, mulai dari 43 siswa PAUD, 96 siswa TK, 1.005 siswa SD, hingga 481 siswa SMP.

Sekretaris Kresna Himpsi, Nur Afni Indahari Arifin, menjelaskan bahwa program ini merupakan respons atas gempa berkekuatan sekitar 5,8 SR yang mengguncang Desa Ueralulu, Kecamatan Poso Pesisir, pada 17 Agustus 2025. Guncangan tersebut menimbulkan kerusakan fisik, mengganggu proses belajar di sekolah, serta memengaruhi kondisi psikologis anak-anak dan guru. Atas dasar itu, Kemendikdasmen menggandeng HIMPSI sebagai mitra ahli untuk memetakan dampak psikologis yang dialami para penyintas.

Sebagai langkah awal, Himpsi melakukan pengukuran pascabencana terhadap 456 siswa, terdiri atas 316 siswa SD dan 119 siswa SMP. 

"Hasil asesmen menunjukkan tingginya gejala psikologis yang muncul, seperti kecemasan, ketegangan, dan rasa khawatir berulang pada lebih dari separuh responden," ujar Nur Afni.

Ia juga mengatakan banyak anak menjadi mudah merasa takut dalam situasi tertentu. Sebagian mengalami gangguan tidur, serta mimpi buruk yang berkaitan dengan peristiwa bencana. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi psikologis yang lebih intensif, terutama bagi kelompok anak yang dinilai rentan.

Menindaklanjuti hasil tersebut, Kemendikdasmen bersama HIMPSI melalui menggelar program dukungan psikososial yang meliputi asesmen lanjutan, kegiatan trauma healing, hingga simulasi kesiapsiagaan bencana. KRESNA HIMPSI sendiri merupakan wadah relawan dan psikolog yang dibentuk pada 22 November 2022 untuk memberikan layanan psikologi kebencanaan, mulai dari upaya pencegahan, promosi kesehatan mental, penanganan, hingga rehabilitasi.

Program ini melibatkan sekitar 100 psikolog dan ilmuwan psikologi dari HIMPSI Pusat dan KRESNA, serta berkolaborasi dengan tiga wilayah HIMPSI terdekat, yaitu Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat. Seluruh tim memiliki pengalaman dalam berbagai respon kebencanaan dan terlebih dahulu mendapatkan pembekalan khusus. Untuk pelaksanaan simulasi penyelamatan diri, KRESNA HIMPSI bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Poso dan Kota Palu.

Seluruh kegiatan dirancang interaktif, menggabungkan materi, permainan, dan aktivitas reflektif yang membantu proses pemulihan psikologis sekaligus membekali anak menghadapi krisis di masa mendatang. Puncak kegiatan diwujudkan melalui pentas seni pada 26 November 2025 yang digelar di 17 titik di Kabupaten Poso. Di Lapangan Tangkura, acara turut dihadiri perwakilan Bupati Poso, Asisten II Abdul Kahar Latjare, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Poso Roy Pesudo, bersama kepala sekolah dan pengawas setempat.

"Melalui program ini, kami berharap pemulihan psikologis anak penyintas bencana dapat semakin kuat, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan sekolah menghadapi situasi darurat di masa depan," tandas Nur Afni. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya