Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ratusan Anak Korban Banjir Sumatra Mulai Didampingi Psikososial di Sekolah Sukma Bangsa

Amiruddin Abdullah Reubee
23/12/2025 14:24
Ratusan Anak Korban Banjir Sumatra Mulai Didampingi Psikososial di Sekolah Sukma Bangsa
Anak korban banjir dari Kabupaten Pidie Jaya mengikuti program Pendampingan Psikososial di Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Aceh, Senin (22/12).(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

DOMPET Peduli Media Group dan Yayasan Sukma mulai menggelar kelas Pendampingan Psikososial untuk anak korban banjir besar di Pulau Sumatera. Kegiatan semi trauma healing itu dibuka melalui zoom Jakarta-Aceh oleh Wakil MPRI RI Letari Moerdijat yang juga Ketua Yayasan Sukma, pada Senin (22/12). 

Pembukaan yang di lakukan via zoom di Jakarta juga hadir Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan. Lalu ratusan peserta dan guru atau tutor yang mendampingi mengikuti pembukaan masing-masing di Sekolah Sukma Pidie, Sekolah Sukma Bireuen dan Sekolah Sukma Lhokseumawe. 

Direktur Kerjasama Antar Lembaga Yayasan Sukma, Victor Yasadhana mengatakan, pendampingan psikososial ini dilakukan berkat kerjasama Cap Lang dan BenihBaik.com. Guna untuk pemulihan trauma anak-anak korban banjir. Mereka dimpingi oleh guru-guru Sekolah Sukma Bangsa yang berpengalaman pembentukan karakter, memahami psikologi anak dan memiliki ilmu pedagogi. 

Amatan Media Indonesia di Sekolah Sukma Bangsa Pidie, sedikitnya ada 138 peserta yang mengikuti program ini di hari pertama, Senin (22/12). Mereka anak dari Kabupaten Pidie Jaya yang merasakan langsung dahsyat puncak banjir bandang pada 26-27 November lalu. 

Dari 138 perserta ini dibagi menjadi 7 kelompok yang dipimpin oleh seorang guru pendampingan. Semua anak berusia 6 hingga 9 tahun tersebut di motivasi semangat hidup dan ditanam ideologi agama. 

"Meskipun baru hari pembukaan, anak terlihat sangat ceria dan menyenangkan menikmati kebersamaan dan saling menghargai sesama dan orang lain" tutur  Direktur Sekolah Sukma Pidie, Marthunis Bukhari. 

Dikatakan Marthunis rencananya Pendampingan Psikososial itu berlangsung 8 hari. Angkatan pertama mengikuti 4 hari, begitu juga untuk angkatan kedua selama 4 hari. 

Muchlisan Putra, Guru Bahasa Indonesia Sekolah Sukma Bangsa Pidie yang juga relawan Dompet Peduli Media Group menuturkan, demi kenyamana 138 anak perserta dari kawasan terparah banjir Kabupaten Pidie Jaya, dilakukan jemput antar pagi dsn siang. 

Jarak dari Sekolah Sukma Bangsa Pidie ke lokasi Banjir Pidie Jaya berkisar 25-30 km. Penjemputan menggunakan bus di lokasi desa yang sudah ditentukan. 

Pendampingan sambil bermain dan menyenangkan itu dijadwal kan masuk pukul 08.00 Wib hingga pukul 12.30 Wib. Di sela-sela pendampingan juga disediakan waktu istirahat dan minum atau snack makanan ringan untuk menghilangkan penat. 

"Di akhir jam pembimbingan sambil bermain itu, setiap hari disediakan makan siang di Sekolah Sukma Bangsa. Lalu terakhir anak-anak dibiasakan shalat berjemaah. 

Setelah menunaikan kewajiban shalat dhuhur baru pulang diantar ke lokasi pengungsian atau rumah mereka masing-masing" tutur Muchlisan Putra. (H-1) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya