Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSEN alat-alat kesehatan higienis PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatra dan Jawa Timur. Unicharm bergerak cepat tanggap menyalurkan bantuan berupa produk sanitasi kepada masyarakat yang tertimpa musibah banjir dan tanah longsor di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, serta erupsi gunung merapi di Jawa Timur. UniCharm bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan lembaga pemerintah terkait.
Bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Indonesia baru-baru ini telah menimbulkan banyak korban. Tingginya curah hujan pada akhir November 2025 lalu memicu terjadinya banjir dan tanah longsor di tiga provinsi di Pulau Sumatra, yaitu Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.
Dilansir dalam situs resmi BNPB, per 18 Desember 2025 terdapat lebih dari 1.000 korban meninggal dunia, hampir 200 jiwa belum ditemukan, lebih dari 7.000 jiwa mengalami luka, dengan total jumlah pengungsi mencapai lebih dari 500 ribu jiwa.
LETUSAN SEMERU
Sementara itu, gunung tertinggi di pulau Jawa yaitu Gunung Semeru di Jawa Timur meletus sejak akhir November 2025 yang menghasilkan awan panas dan lahar yang menuruni kaki gunung. Akibatnya, masyarakat setempat terpaksa tidak dapat melakukan aktivitas di wilayah sekitar puncak Gunung Semeru guna menghindari potensi bahaya, terutama dari loncatan batu pijar.
Di lokasi pengungsian, kebutuhan mendesak tidak hanya terbatas pada makanan, pakaian, dan obat-obatan. Keterbatasan fasilitas sanitasi dasar seperti air bersih dan MCK (mandi, cuci, kakus) membuat produk sanitasi menjadi kebutuhan yang tidak kalah penting untuk memastikan para korban dapat menjaga kebersihan diri (higienis) dan tetap sehat.
Untuk itu, Unicharm menyalurkan donasi melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Jakarta untuk didistribusikan kepada para korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, serta ke Kantor BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, untuk membantu korban erupsi Gunung Semeru.
Dalam aksi donasi kali ini, Unicharm menyumbangkan total sekitar 300 karton produk yang terdiri dari popok dewasa, popok bayi, pembalut wanita, dan MamyPoko Wipes (tisu basah), dan masker Unicharm.
Rury Eysa Mardhika, perwakilan dari Biro Umum Kemenperin RI menyampaikan apresiasi terhadap donasi yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan kecepatan tanggap dari Unicharm. Donasi produk sanitasi ini sangat berharga dan tepat sasaran, mengingat produk-produk ini merupakan kebutuhan dasar yang krusial untuk menjaga kesehatan dan kehigienisan para pengungsi di tengah keterbatasan fasilitas," kata Rury.
Kepala Pelaksana BPBD Kab Lumajang, Isnugroho juga menyampaikan ucapan terima kasihna. "Bantuan dari Unicharm ini merupakan wujud nyata solidaritas terhadap korban bencana Semeru. Produk-produk yang didonasikan akan segera kami distribusikan kepada warga yang mengungsi, mengingat di lokasi bencana (desa Sumberlangsep) di mana terdapat pengungsi Ibu Hamil, balita dan manula, yang tentunya produk Unicharm sangat bermanfaat.”
Presiden Direktur Unicharm, Takumi Terakawa menanggapi kegiatan donasi ini. “Kami di Unicharm memiliki misi untuk mewujudkan masyarakat simbiosis Indonesia yang lebih sehat, mandiri, nyaman, dan bahagia melalui produk penyerapan yang berkualitas. Kami ingin berkontribusi untuk membantu para korban yang terdampak bencana. Semoga donasi yang kami berikan ini dapat membantu meringankan beban yang dialami oleh para korban bencana,'' ujar Terakawa. (H-1)
PT Agincourt Resources (PTAR) menjadi salah satu dari 28 perusahaan yang dicabut izinnya oleh pemerintah terkait dengan kerusakan ekologis yang menyebabkan bencana di Sumatra.
WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatra Utara (Sumut) mengingatkan bahwa pencabutan izin perhutanan terhadap 28 perusahaan oleh pemerintah berisiko menjadi kebijakan simbolik.
Pencabutan izin 28 perusahaan oleh pemerintah tidak berhenti pada sanksi administratif.
ANCAMAN besar korban penyintas bencana di Aceh bukan hanya rumah yang digulung gelombang banjir bandang pada 24-27 November 2025 lalu.
Pemerintahan telah beralih dari melayani rakyat menjadi menanggapi tekanan opini.
Dari total lahan terdampak bencana tersebut, sebagian besar mengalami kerusakan berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved