Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Jejak Kebaikan 2025: Ribuan Warga Rasakan Dampak Program Kemanusiaan

Despian Nurhidayat
31/12/2025 13:31
Jejak Kebaikan 2025: Ribuan Warga Rasakan Dampak Program Kemanusiaan
Penebar Kebajikan menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada korban bencana Sumatra.(Penebar Kebajikan)

Sepanjang tahun 2025, Penebar Kebajikan merangkum perjalanan aksi kemanusiaannya dalam laporan bertajuk Jejak Kebaikan Penebar Kebajikan di Tahun 2025. Laporan ini merefleksikan berbagai inisiatif sosial yang dijalankan secara berkelanjutan, baik di dalam negeri maupun di wilayah krisis global seperti Palestina, sekaligus menegaskan komitmen lembaga untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Program Jejak Kebaikan 2025 mencakup sejumlah bidang strategis, mulai dari pendidikan, pemberdayaan masyarakat, perlindungan lingkungan, hingga respons kemanusiaan di wilayah terdampak bencana dan konflik. Seluruh program dirancang untuk menjawab persoalan ketimpangan sosial dan tantangan kemanusiaan, dengan prioritas pada kelompok rentan serta masyarakat yang membutuhkan penguatan ekonomi dan sosial.

Sebagai lembaga sosial kemanusiaan, Penebar Kebajikan menggerakkan program-programnya dengan dukungan relawan, donatur, mitra komunitas, dan kolaborasi lintas sektor. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, inisiatif tersebut berhasil menjangkau 12.850 penerima manfaat, mulai dari keluarga dhuafa, anak-anak, lansia, penyintas bencana, hingga komunitas yang membutuhkan dukungan pemulihan dan peningkatan kapasitas.

Pelaksanaan program dilakukan secara konsisten melalui kegiatan rutin, respons tanggap darurat, serta inisiatif tematik yang disesuaikan dengan momentum penting seperti Ramadan, Idul Adha, dan masa pascabencana. Di dalam negeri, Penebar Kebajikan hadir di berbagai daerah, termasuk wilayah dengan tingkat kerentanan sosial tinggi dan kawasan terdampak bencana di Sumatera. Sementara di tingkat global, bantuan kemanusiaan disalurkan bagi masyarakat Palestina melalui jaringan mitra terpercaya.

Penebar Kebajikan menegaskan bahwa kerja kemanusiaan tidak berhenti pada bantuan karitatif semata. Lebih dari itu, program dirancang untuk memulihkan martabat, mendorong kemandirian, serta memastikan keberlanjutan dalam jangka panjang. Karena itu, setiap program dijalankan melalui pendekatan partisipatif, berbasis kebutuhan warga, dan disertai proses asesmen yang matang.

Rangkaian kegiatan dimulai dari survei dan asesmen lapangan, penyusunan rencana program yang terukur, pelaksanaan langsung, hingga pelaporan dan evaluasi dampak. Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kolaborasi menjadi fondasi utama agar setiap amanah dari masyarakat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberi manfaat yang bermakna.

"Saya sampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat sepanjang 2025. Kontribusi relawan, donatur, mitra, dan tim di lapangan telah menjadi penggerak utama keberhasilan program," ujar Pembina Penebar Kebajikan, Tendi Murti.

Ia berharap sinergi tersebut terus tumbuh lebih luas pada 2026 sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Melalui Jejak Kebaikan 2025, Penebar Kebajikan berharap dapat terus menjadi jembatan antara para dermawan dan masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat ekosistem kolaborasi sosial untuk menciptakan perubahan yang inklusif dan berkelanjutan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya