Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Super Flu Disebut Lebih Menular, Siapa yang Paling Rentan?

Abi Rama
29/12/2025 20:46
Super Flu Disebut Lebih Menular, Siapa yang Paling Rentan?
Kelompok rentan yang mudah tertulas super flu.(Freepik)

ISTILAH super flu belakangan ramai diperbincangkan publik seiring meningkatnya kasus influenza di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat. Sebutan ini memicu kekhawatiran karena dianggap sebagai jenis flu baru yang lebih ganas dan mematikan.

Namun, dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), menegaskan bahwa super flu bukan istilah medis dan bukan penyakit baru.

Menurutnya, fenomena yang terjadi saat ini adalah meningkatnya penularan influenza tipe A, khususnya subclade K, yang menyebar lebih cepat dan dalam jumlah besar dibanding musim-musim sebelumnya. Kondisi inilah yang kemudian melahirkan istilah populer “super flu” di tengah masyarakat.

“Istilah super flu ini sebenarnya tidak ada dalam terminologi medis. Dalam dunia kedokteran, yang kita kenal adalah influenza sebagai bagian dari ISPA (infeksi saluran pernapasan akut),” ujar dr. Nastiti dalam keterangan daring kepada awak media, Senin (29/12).

Flu Biasa, Influenza, dan Super Flu: Tidak Sama

Kesalahpahaman yang masih sering terjadi di masyarakat adalah menyamakan flu biasa (selesma) dengan influenza, apalagi dengan istilah super flu. Padahal, ketiganya memiliki perbedaan penting dari sisi penyebab, gejala, hingga tingkat risiko.

Flu biasa umumnya disebabkan oleh virus ringan seperti rhinovirus. Gejalanya relatif ringan, antara lain:

  • Pilek
  • Bersin
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan ringan

Demam biasanya tidak tinggi, nyeri badan minimal, dan penderita masih bisa beraktivitas seperti biasa.

Sementara itu, influenza, yang belakangan populer disebut super flu, merupakan infeksi virus influenza, terutama influenza tipe A. Gejalanya jauh lebih berat, seperti:

  • Demam tinggi
  • Nyeri otot dan sendi
  • Sakit kepala
  • Kelelahan ekstrem
  • Batuk berat
  • Sesak napas

Pada kondisi tertentu, influenza dapat berkembang menjadi komplikasi serius, seperti pneumonia, terutama pada kelompok berisiko.

Mengapa Disebut Super Flu? Ini Penjelasan Dokter

Dr. Nastiti menegaskan bahwa istilah “super” tidak merujuk pada keganasan virus yang lebih berbahaya, melainkan pada tingginya tingkat penularan dan lonjakan jumlah kasus.

“Disebut super flu karena disinyalir transmisinya lebih mudah. Namun sampai saat ini belum terbukti bahwa keparahannya lebih tinggi dibanding varian influenza tipe A lainnya,” jelasnya.

Dengan kata lain, secara medis virusnya masih mirip dengan varian influenza sebelumnya, hanya saja penyebarannya lebih luas dan cepat.

Kelompok Paling Rentan Terinfeksi Influenza (Super Flu)

Meski sebagian besar kasus influenza dapat sembuh dengan sendirinya, ada kelompok tertentu yang berisiko mengalami sakit berat dan komplikasi serius. Kelompok yang perlu ekstra waspada meliputi:

  1. Bayi dan balita, terutama usia di bawah 5 tahun
  2. Lansia
  3. Ibu hamil
  4. Penderita penyakit kronis, seperti:
  5. Penyakit jantung
  6. Penyakit paru
  7. Diabetes
  8. Kanker
  9. Gangguan autoimun

Kelompok ini disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala influenza berat.

Jangan Panik, Tapi Jangan Remehkan

Dr. Nastiti menilai kepanikan di masyarakat sering kali muncul akibat informasi yang tidak utuh. Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang menyebut semua gejala batuk, pilek, dan demam sebagai flu, tanpa memahami perbedaannya.

Take home message-nya, tidak perlu panik dengan istilah super flu. Tetap lakukan PHBS, lengkapi imunisasi, konsumsi nutrisi seimbang, dan pastikan istirahat cukup,” ujarnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik