Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIET Barat dan diet tradisional sering menjadi perbandingan dalam dunia kesehatan. Pola makan modern yang praktis dan tinggi kalori kerap dianggap bertentangan dengan pola makan tradisional yang lebih alami. Lalu, mana yang sebenarnya lebih baik untuk tubuh?
Artikel ini membahas perbedaan, kelebihan, dan dampak kesehatan dari kedua pola makan tersebut secara ilmiah dan seimbang.
Diet Barat (Western Diet) adalah pola makan yang umum ditemukan di negara-negara maju, terutama Amerika dan Eropa. Ciri utamanya meliputi:
Contoh diet Barat antara lain burger, pizza, sosis, kentang goreng, dan minuman bersoda.
Berbagai penelitian menunjukkan diet Barat berkaitan erat dengan:
Diet tradisional mengacu pada pola makan berbasis budaya lokal yang telah diwariskan turun-temurun. Di Indonesia dan banyak negara Asia, diet ini umumnya terdiri dari:
Diet tradisional Jepang, Mediterania, dan Nusantara sering disebut sebagai contoh pola makan sehat.
Diet tradisional terbukti memiliki berbagai manfaat, seperti:
Namun, tidak semua unsur diet Barat bersifat buruk. Beberapa prinsip seperti:
Sebaliknya, diet tradisional akan menjadi kurang sehat bila:
Alih-alih memilih salah satu secara ekstrem, pendekatan terbaik adalah mengadopsi keunggulan diet tradisional dengan sentuhan ilmu gizi modern, seperti:
Diet Barat dan diet tradisional memiliki karakteristik yang berbeda. Namun, diet tradisional yang kaya bahan alami dan rendah proses terbukti lebih mendukung kesehatan tubuh. Dengan pengelolaan yang tepat dan pemahaman gizi modern, pola makan tradisional tetap relevan dan unggul di era sekarang. (Z-10)
Sumber:
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Sederet Makanan yang Meningkatkan Risiko Kanker Paru diantaranya ultra processed food
Temuan tersebut diperoleh dengan menelaah data konsumsi makanan dari 112 negara yang mencakup 99% emisi gas rumah kaca terkait pangan secara global.
Kacang juga kaya nutrisi penting lain seperti magnesium, vitamin E, dan antioksidan, yang tak hanya membantu kenyang tetapi juga mendukung kesehatan jantung
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved