Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 1.411 madrasah negeri dan swasta di seluruh Indonesia telah direvitalisasi dan direnovasi untuk menghadirkan lingkungan belajar lebih aman, nyaman, dan layak bagi siswa dan tenaga pendidik.
Revitalisasi madrasah ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden No 7 Tahun 2025, yang mengamanatkan penanganan 2.120 madrasah oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PU menyatakan setelah melalui survei teknis dan verifikasi kondisi bangunan di lapangan, sebanyak 1.411 madrasah dinyatakan memenuhi kriteria untuk dilakukan penanganan fisik, mulai dari kerusakan ringan hingga kerusakan berat.
Menteri PU Dody Hanggodo menerangkan mutu bangunan sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan proses belajar yang optimal.
“Lingkungan belajar yang aman dan nyaman sangat berpengaruh terhadap konsentrasi, kesehatan, dan semangat belajar siswa. Dari revitalisasi madrasah ini, kami ingin memastikan anak-anak Indonesia dapat belajar di ruang layak dan bermutu,” ujar Menteri Dody, Jumat (19/12/2025).
Ia menjelaskan program ini dilaksanakan melalui skema Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Madrasah sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan keagamaan. Penanganan PHTC Madrasah dilakukan dengan dua skema pelaksanaan. Skema single year contract (SYC) diterapkan pada 556 madrasah di 26 provinsi dengan masa pelaksanaan Juni hingga Desember 2025.
Adapun skema kedua, multi years contract (MYC) dilaksanakan pada 855 madrasah di 27 provinsi dengan periode pekerjaan Oktober 2025 hingga Juli 2026.
Dirjen Prasarana Strategis Bisma Staniarto menjelaskan revitalisasi dilakukan secara menyeluruh sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing madrasah.
“Penanganan mencakup ruang kelas, ruang guru, musala, laboratorium, sanitasi, lapangan, meubelair, hingga fasilitas pendukung lainnya. Kami memastikan seluruh pekerjaan memenuhi standar teknis bangunan pendidikan agar aman, sehat, dan berkelanjutan,” jelas Bisma.
Kementerian PU, lanjut Bisma, juga memperkuat pengawasan lapangan dan pengendalian kualitas konstruksi agar hasil revitalisasi tidak hanya bersifat jangka pendek, tapi juga mampu mendukung proses pembelajaran dalam jangka panjang.
"Lingkungan madrasah yang lebih tertata serta layak diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan belajar siswa serta produktivitas guru dalam kegiatan belajar mengajar," terangnya.
Ia menambahkan melalui PHTC Madrasah, pihaknya menegaskan komitmennya dalam mempercepat pemenuhan standar kualitas infrastruktur pendidikan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penyediaan lingkungan belajar aman, sehat, dan bermartabat di seluruh pelosok negeri. (H-2)
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan konektivitas pascabencana di wilayah Sumatra, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terus melakukan langkah cepat dalam menangani kejadian tanggul jebol di wilayah Jawa Tengah.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh terus mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh.
Seiring berjalannya penanganan, akses di ruas Tarutung–Sibolga kini mulai pulih dan kembali dapat dimanfaatkan. Pemulihan usai banjir ini memberikan dampak bagi aktivitas harian.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) terus memastikan konektivitas utama di Provinsi Sumatra Utara berangsur pulih pascabencana hidrometeorologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved