Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
TRANSFORMASI digital yang melaju sangat cepat menuntut masyarakat Indonesia tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga tangguh secara etika, sosial, dan psikologis. Literasi digital pun tidak bisa lagi dipahami sebatas kemampuan menggunakan perangkat, melainkan menjadi fondasi penting bagi kualitas demokrasi, kohesi sosial, hingga daya saing bangsa.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Bonifasus Wahyu Pudjianto.
Menurut Boni, teknologi digital telah berperan besar dalam berbagai situasi, termasuk saat terjadi bencana. Ia mencontohkan peran komunitas literasi digital yang bergerak cepat membantu pemulihan komunikasi di wilayah terdampak bencana, ketika listrik dan jaringan komunikasi lumpuh total.
“Teknologi digital bisa menjadi penyelamat, terutama untuk penyebaran informasi faktual dan pemulihan komunikasi. Namun tantangannya tidak berhenti di situ. Kita juga harus memikirkan keberlanjutan dan kesiapsiagaan, termasuk solusi energi alternatif dalam situasi darurat,” ujarnya, Selasa (16/12).
Di sisi lain, Boni menegaskan bahwa derasnya arus digital juga membawa risiko serius. Hoaks, disinformasi, penipuan digital, kejahatan siber, eksploitasi data pribadi, hingga perundungan di ruang digital masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama.
“Kini membedakan informasi yang benar dan tidak benar semakin sulit, apalagi dengan hadirnya kecerdasan buatan. Karena itu, literasi digital harus mencakup kecakapan kritis, etika, budaya, dan perlindungan diri di ruang digital,” kata Boni.
Ia menambahkan, literasi digital juga berkaitan erat dengan ketangguhan psikososial masyarakat dalam menghadapi perubahan teknologi yang sangat cepat. Dalam konteks ini, peran orang tua menjadi krusial, terutama dalam melindungi anak-anak di ruang digital.
Pemerintah, kata Boni, telah menyiapkan kebijakan perlindungan anak di ruang digital, termasuk melalui Peraturan Pemerintah Tunas, yang mendorong kesadaran agar anak tidak terpapar ruang digital sebelum usia dan kesiapan mereka memadai.
Selain itu, literasi digital juga diarahkan untuk mendorong UMKM, koperasi, dan pelaku usaha agar lebih percaya diri memanfaatkan teknologi digital secara produktif dan efisien, sekaligus memastikan ruang digital yang lebih beradab dan inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas.
“Literasi digital adalah fondasi. Bukan hanya agar kita bisa bertahan di dunia digital, tetapi juga untuk memperkuat kualitas demokrasi, kohesi sosial, dan daya saing bangsa,” tegasnya.
Boni menekankan bahwa BPSDM Komdigi tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi dengan komunitas, organisasi masyarakat sipil, relawan, dan mitra lintas sektor menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia digital Indonesia.
Pemerintah, lanjutnya, telah memiliki peta jalan transformasi digital hingga 2029. Ia berharap para pegiat literasi digital juga menyusun rencana strategis jangka menengah agar gerakan literasi berjalan terarah dan berkelanjutan.
“Masih banyak tantangan ke depan. Namun dengan kolaborasi dan komitmen bersama, apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi kontribusi nyata untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Boni. (I-3)
Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi dan kolaborasi, memastikan bahwa mata uang Indonesia tetap aman, tepercaya, dan siap menghadapi masa depan.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved