Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Provinsi Sumatra Barat. Pembangunan huntara ini merupakan bagian dari upaya penanganan pascabencana untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara yang aman dan layak bagi warga terdampak.
Berdasarkan hasil pemutakhiran data serta usulan pemerintah daerah, rencana pembangunan huntara mencakup enam kabupaten/kota, yakni Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, dan Kabupaten Agam. Total huntara yang direncanakan berjumlah 750 unit dan akan direalisasikan secara bertahap sesuai kesiapan lahan serta kelengkapan administrasi di masing-masing daerah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB, Abdul Muhari mengatakan bahwa percepatan pembangunan huntara menjadi prioritas agar masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian yang lebih aman selama proses pemulihan berlangsung.
"BNPB terus mendorong percepatan penyediaan hunian sementara sebagai bagian dari fase transisi darurat ke pemulihan. Huntara ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kepastian tempat tinggal bagi warga terdampak bencana," kata Abdul Muhari, Senin (15/12).
Untuk Kabupaten Lima Puluh Kota, pemerintah daerah telah mengajukan permohonan pembangunan huntara tahap I sebanyak 60 unit yang diperuntukkan bagi 60 kepala keluarga dari total 288 kepala keluarga terdampak. Kesiapan lokasi telah dipenuhi melalui penyediaan lahan seluas 9.000 meter persegi yang berlokasi di Jorong Aie Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh.
Lahan tersebut berasal dari hibah masyarakat dan telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 300.2.3/273/BUP-LK/XII/2025 tertanggal 12 Desember 2025.
Sementara itu, Kabupaten Agam telah menyiapkan lahan untuk pembangunan huntara tahap I. Adapun kabupaten/kota lainnya masih dalam proses penyelesaian dokumen pendukung, termasuk pendataan by name by address serta penetapan lokasi pembangunan.
Abdul menambahkan bahwa BNPB terus melakukan pendampingan dan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah guna mempercepat pemenuhan administrasi dan kesiapan teknis di setiap wilayah.
"Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan agar seluruh tahapan, mulai dari administrasi hingga pembangunan fisik, dapat berjalan sesuai ketentuan dan huntara bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak," ujarnya.
Selain itu, BNPB juga akan melanjutkan koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah guna memastikan pembangunan huntara berjalan optimal sebagai bagian dari proses pemulihan pascabencana di Sumatra Barat.
(H-3)
Ratusan unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Kecamatan Seunuddon 135 unit.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
KEMENTERIAN Kehutanan memanfaatkan kayu gelondongan yang hanyut akibat bencana hidrometeorologi untuk penyediaan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak di Aceh Utara dan sumut
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyerahkan 90 unit Huntara di Aceh Tamiang. Sinergi BUMN Danantara sediakan hunian layak pasca-bencana.
BANJIR besar yang melanda Kabupaten Aceh Timur pada akhir November 2025 berdampak luas terhadap permukiman warga. Di Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, salah satunya.
Pasca serah terima, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan menjalankan mekanisme pengelolaan, termasuk penetapan penerima manfaat, distribusi, serta proses relokasi atau penempatan.
Banjir yang melanda Kota Padang sejak hujan deras berkepanjangan sejak akhir pekan lalu mengakibatkan kerusakan serius pada infrastruktur air bersih.
Ratusan kendaraan terpaksa berhenti total setelah banjir Sumatra Barat menutup jalan nasional di Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.
Banjir Sumatra Barat membuat arus lalu lintas di jalur utama Kota Padang-Kota Bukittinggi terputus. Banjir terjadi karena Sungai Batang Anai meluap di kawasan Pasar Usang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved