Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER tidak muncul secara tiba-tiba. Banyak kebiasaan harian yang tampak sepele justru dapat meningkatkan risiko penyakit mematikan ini jika dilakukan terus menerus.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan data Globocan pada 2022, terdapat 408.661 kasus kanker dengan total kematian 242.099. Tingkat kematian penderita kanker di Indonesia mencapai 59,24% pada tahun itu.
Penting untuk menjaga kesehatan tubuh agar mencegah datangnya penyakit ini. Kebiasaan sehari-hari bisa turut memicu.
Berikut enam kebiasaan yang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko kanker:
1. Pola Makan Tinggi Lemak dan Olahan
Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, daging olahan, makanan cepat saji, gula berlebihan, serta makanan tinggi garam dapat memicu inflamasi dan meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker usus besar dan lambung.
2. Kurang Aktivitas Fisik
Gaya hidup sedentari seperti duduk terlalu lama, minim olahraga, dan jarang bergerak, berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara, usus besar, dan endometrium. Aktivitas fisik membantu menjaga berat badan, metabolisme, dan kesehatan hormon.
3. Kebiasaan Merokok dan Paparan Asap Rokok
Baik perokok aktif maupun pasif memiliki risiko kanker yang jauh lebih tinggi, termasuk kanker paru, mulut, tenggorokan, pankreas, dan kandung kemih. Zat kimia dalam asap rokok bersifat karsinogenik dan merusak sel secara langsung.
4. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Alkohol dapat memicu perubahan sel dan mengganggu proses perbaikan tubuh. Konsumsi alkohol jangka panjang meningkatkan risiko kanker hati, mulut, kerongkongan, payudara, serta kolorektal.
5. Kurang Tidur dan Manajemen Stres yang Buruk
Stres kronis dan pola tidur buruk melemahkan sistem imun. Ketidakseimbangan hormon akibat kurang tidur dapat mempengaruhi proses regenerasi sel dan meningkatkan kerentanan terhadap pertumbuhan sel tidak normal.
6. Paparan Polusi dan Zat Kimia Berbahaya
Polusi udara, paparan radon, pestisida, dan zat kimia industri berpotensi meningkatkan risiko kanker paru maupun kanker lainnya. Paparan jangka panjang dan berulang memberi tekanan pada sistem pernapasan dan jaringan tubuh.
Menjaga pola hidup yang lebih sehat merupakan perlindungan jangka panjang bagi tubuh. Perubahan sederhana seperti lebih banyak bergerak, makan lebih seimbang, tidur cukup, dan mengurangi paparan risiko, dapat menjadi langkah penting untuk menurunkan potensi kanker sejak dini.
Sumber: kemenkes.go.id, hopeandheal.in, wcrf.org
Apakah makanan gosong seperti roti panggang hitam dan camilan renyah bisa menyebabkan kanker? Simak penjelasan ilmiah soal akrilamida dan risiko kesehatannya.
BEBERAPA makanan ketika dikonsumsi dalam jumlah besar, maka hal ini bisa menjadi masalah. Salah satunya adalah meningkatkan risiko seseorang untuk terserang jenis kanker tertentu.
Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian secara global. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir 10 juta kematian akibat kanker terjadi pada tahun 2020
Kanker kulit juga sangat umum terjadi di Selandia Baru, dengan angka 427,3 per 100.000 orang.
Kanker adalah salah satu penyakit mematikan dengan angka kejadian tertinggi di dunia. Penyakit ini disebabkan oleh pertumbuhan abnormal pada sel-sel jaringan tubuh.
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Fisioterapi tidak hanya berfungsi sebagai terapi kuratif pascacedera, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menjaga kapasitas fungsional tubuh dalam aktivitas sehari-hari.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved