Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

‎Majelis Gaza Bahas Bencana dan Kondisi Indonesia berdasarkan Mubasyirat

Rahmatul Fajri
10/12/2025 20:56
‎Majelis Gaza Bahas Bencana dan Kondisi Indonesia berdasarkan Mubasyirat
Seminar Majelis Gaza.(Dok. Majelis Gaza)

‎MAJELIS Gerakan Akhir Zaman (Majelis Gaza), melakukan pembahasan tentang kondisi Indonesia berdasarkan mubasyirat. Pembahasan dilakukan dalam seminar Blueprint dan Roadmap Langit: Peta Jalan Indonesia dan Dunia 2025-2029 Berdasarkan Mubasyirat.

‎Mubasyirat adalah mimpi atau ilham, sebagai pertanda kebenaran, dorongan spiritual, atau petunjuk akan datangnya kebaikan, terutama di akhir zaman, dan tidak boleh diremehkan oleh umat Muslim.

‎Ketua Majelis GAZA, Diki Candra Purnama, dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa sejak lama, mimpi telah diyakini sebagai kabar dari langit yang dapat menjadi kenyataan. Oleh karena itu, mereka telah mengumpulkan ribuan mimpi dari berbagai belahan dunia untuk dianalisis dan dibuktikan kebenarannya melalui peristiwa-peristiwa yang telah terjadi dan yang akan datang.

‎Seminar yang terbagi menjadi tiga sesi ini dimulai dengan sesi pertama yang membahas berbagai bencana alam yang telah terjadi dan prediksi bencana alam yang akan datang. Dalam sesi ini, Diki Candra Purnama memaparkan bahwa musibah seperti letusan gunung berapi, longsor di Sumatra, serta kebakaran besar yang melanda sejumlah kota di Indonesia telah tercatat dalam mimpi yang dikumpulkan oleh Majelis Gaza.

‎"Melalui mimpi-mimpi ini, kami berusaha untuk memberikan gambaran tentang apa yang akan terjadi, baik itu bencana alam maupun peristiwa besar lainnya, yang nantinya dapat menjadi perhatian bagi masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi tantangan global di masa depan," ujar Diki Candra Purnama dalam sesi pertama seminar.

‎Diki mengatakan, Majelis Gaza berkomitmen untuk terus mempelajari dan menganalisis mimpi-mimpi yang mereka kumpulkan, dengan harapan dapat memberikan petunjuk dan panduan dalam menghadapi berbagai peristiwa besar yang akan datang, khususnya yang terkait dengan bencana alam. Seminar ini menjadi awal dari rangkaian pembahasan yang lebih mendalam mengenai peta jalan Indonesia dan dunia dalam kurun waktu 2025-2029 berdasarkan mubasyirat.

‎Seminar ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama, ilmuwan, serta masyarakat umum yang tertarik untuk mempelajari lebih dalam tentang mubasyirat.

‎Sebelumnya, pada seminar Majelis Gaza lainnya, mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa Allah SWT akan memberikan petunjuk melalui mimpi atau mubasyirat kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya sehingga siapapun tidak boleh meremehkan hal itu apalagi muncul di akhir zaman.

‎"Mimpi itu tidak 100 persen benar, tetapi mimpi yang diterima orang saleh dan tidak punya kepentingan untuk dirinya disebut Ruqyah Shodiqoh yang merupakan 1/46 bagian dari kenabian," katanya usai menjadi pembicara pada dialog internasional bertema "Bedah Mubasyirat di Akhir Zaman," katanya di Jakarta, beberapa waktu lalu. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik