Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Atjeh Connection Foundation (ACF) berkomitmen penuh merespons bencana banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Aceh. Ini dilakukan sejak hari pertama bencana, dengan turun langsung ke lapangan tanpa menunggu kondisi stabil, dengan fokus pada evakuasi korban, logistik darurat, dan pemulihan awal masyarakat terdampak.Respons awal dilakukan melalui pendirian posko bantuan serta bantuan evakuasi warga terdampak di sejumlah titik bencana.
Bantuan darurat pertama sebanyak lebih dari 2 ton logistik dikirim dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, ke Bandara Lhokseumawe menggunakan pesawat Hercules TNI AU, guna mempercepat distribusi ke wilayah-wilayah yang terisolasi dan sulit dijangkau jalur darat.
Tim menyebar ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Aceh Timur, Bireuen, Langsa, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Selatan, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
“Di lapangan, tim masuk langsung ke kecamatan dan desa-desa terdampak, termasuk wilayah dengan akses terbatas akibat banjir dan longsor, untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima warga,” kata Founder ACF Amir Faisal Nek Muhammad, Rabu (10/12/2025). Ia melanjutkan tim juga menembus wilayah-wilayah yang sangat sulit dijangkau dan terisolir, seperti di Kecamatan Peunaron, Aceh Timur.
Untuk mencapai lokasi tersebut, relawan harus melewati jalur Peureulak–Lokop, yang merupakan lintas Aceh Timur–Gayo Lues, dalam kondisi lumpuh total. Relawan akhirnya tiba di lokasi setelah menempuh medan ekstrem di kawasan Gunung Putoh.
Di Aceh Tamiang, tim mendapati kondisi warga dengan kekurangan logistik pangan yang sangat serius. Untuk itu, distribusi bantuan dilakukan melalui dua jalur, yakni dari Medan, Sumatra Utara, dan dari Aceh Timur, guna mempercepat penyaluran.
Selain mendistribusikan makanan, air bersih, perlengkapan darurat, dan kebutuhan dasar lainnya, tim menyediakan perangkat Starlink untuk mendukung komunikasi di wilayah yang mengalami gangguan jaringan. Fasilitas ini dimanfaatkan untuk koordinasi tim, pelaporan kondisi lapangan, serta kebutuhan komunikasi warga dan relawan.
Juga, turut didirikan posko bantuan, dapur umum, dan posko kesehatan di beberapa lokasi. Untuk layanan kesehatan, disediakan obat-obatan, pemeriksaan kesehatan, dan penanganan medis awal. Air bersih juga rutin disalurkan ke posko-posko pengungsi, dan disediakan posko air panas bagi warga terdampak.
“Kami menegaskan kerja kemanusiaan tidak berhenti pada bantuan darurat semata, tetapi juga mencakup pendampingan dan pemulihan awal pascabencana,” lanjut Amir.
Hingga hari ke-13 pascabencana, pihaknya masih terus berupaya menerobos wilayah-wilayah yang belum terjangkau bantuan. “Relawan kami masih berjibaku di lokasi bencana, masuk ke daerah-daerah sulit dijangkau seperti di Tamiang, pedalaman Aceh Timur, termasuk Bener Meriah dan Aceh Tengah. Masih banyak masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan, terutama makanan. Kami berpacu dengan waktu agar bantuan segera sampai kepada mereka yang sedang bertahan di lokasi bencana,” kata Amir Faisal.
Untuk kebutuhan pangan mendesak, pihaknya membeli logistik langsung dari toko-toko yang masih beroperasi di Aceh sebagai bentuk dukungan terhadap perputaran ekonomi lokal.
“Insya Allah kita akan terus mengirim bantuan yang dibutuhkan ke Aceh, hingga Aceh kembali pulih dan normal. Jadwal selanjutnya adalah tambahan logistik dari Medan dan pengiriman lanjutan sekitar 3 ton bantuan akan kembali dikirim menggunakan pesawat Hercules TNI AU dari Jakarta,” ujar Amir Faisal.
“Kami juga akan menambah posko kesehatan dan dapur umum, mempersiapkan tim trauma healing, serta membangun sumur air bersih di sejumlah titik yang membutuhkan,” tambah Amir Faisal. (H-2)
DUKUNGAN dan respons cepat dari berbagai pihak terus mengalir kepada korban bencana banjir bandang di Padang, Sumatra Barat.
Selain digitalisasi, IPC TPK mulai merancang konsep Hub & Spoke pada terminal-terminal yang dikelola.
Peningkatan volume ini didorong oleh pembukaan layanan baru, baik reguler maupun adhoc, yang memperkuat konektivitas perdagangan.
Klaim sejumlah pejabat tinggi negara bahwa kondisi pascabanjir di Sumatra, tampaknya belum sepenuhnya sejalan dengan realitas di lapangan.
Langkah ekspansi ini dilakukan untuk merespons peran strategis Jawa Timur yang kian melesat sebagai salah satu pusat perdagangan internasional di Indonesia.
Direktur Utama SPJM, Tubagus Patrick, menegaskan bahwa seluruh lini layanan perusahaan telah disiagakan untuk memastikan kelancaran operasional pelabuhan.
IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) terus mencatatkan tren positif kinerja operasional menjelang akhir tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved