Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menyebut bahwa tumpukan kayu yang ditemukan di wilayah pesisir Lampung bukan berasal dari banjir besar yang melanda sejumlah daerah di Sumatra, melainkan akibat kecelakaan kapal pengangkut milik perusahaan pemegang izin resmi.
Dalam penjelasannya, Direktur Iuran dan Penatausahaan Hasil Hutan Ditjen PHL Kemenhut Ade Mukadi menyatakan, hasil penelusuran bersama Kepolisian Daerah Lampung dan Balai Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Lampung menunjukkan kayu tersebut merupakan muatan dari kapal tagboat milik PT Minas Pagai Lumber, perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Mentawai.
“Kayu yang ditemukan di Lampung bukan kayu hanyut akibat banjir di Sumatra," kata Ade dalam keterangan resmi, Selasa (9/12). Pemeriksaan lapangan memastikan kayu-kayu itu terdampar dari kapal yang mengalami kecelakaan di perairan Pesisir Barat, Provinsi Lampung.
Kementerian menjelaskan, kecelakaan terjadi setelah mesin tagboat mati dan kapal terkena badai pada 6 November 2025. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar kayu yang sedang diangkut jatuh dan terbawa arus hingga mencapai pantai.
Kayu-kayu yang ditemukan juga memiliki barcode Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang memastikan keabsahan dan asal-usul kayu tersebut. Barcode ini, menurut kementerian, merupakan bagian dari sistem traceability untuk mencegah praktik illegal logging.
(H-3)
KEMENTERIAN Kehutanan memanfaatkan kayu gelondongan yang hanyut akibat bencana hidrometeorologi untuk penyediaan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak di Aceh Utara dan sumut
Kementerian Kehutanan mengintensifkan upaya tersebut untuk mendukung pemulihan lingkungan sekaligus pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) mengoptimalkan pemanfaatan kayu gelondongan yang hanyut saat bencana banjir bandang di Sumatra.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) melanjutkan upaya penanganan kayu gelondongan sisa bencana Sumatra, khususnya di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.
KEMENTERIAN Kehutanan mengoptimalkan pemanfaatan kayu gelondongan yang hanyut saat banjir di Sumatra, tepatnya di Aceh Utara, Aceh, dan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pemanfaatan kayu sisa banjir dilakukan setelah melalui proses pengumpulan dan pengukuran oleh tim BPHL.
Suryo menjelaskan, motivasi utamanya membangun pabrik di Lampung Timur adalah untuk menekan angka pengangguran yang tinggi di daerah asalnya.
Disebut Masjid Batu karena sejak didirikan pada era 1970-an, dindingnya tersusun dari batu kali hasil gotong royong warga.
Jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya TNI mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Jajaran kepolisian siap membantu berbagai upaya kemanusiaan, termasuk pengiriman bantuan maupun dukungan operasi berbasis air apabila dibutuhkan di daerah terdampak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved