Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Mengapa Mikrobiota Vagina Menentukan Kesehatan Perempuan? Ini Penjelasannya

Abi Rama
09/12/2025 16:04
Mengapa Mikrobiota Vagina Menentukan Kesehatan Perempuan? Ini Penjelasannya
Mikrobiota vagina.(Dok. Freepik)

MIKROBIOTA vagina adalah kumpulan mikroorganisme, terutama Lactobacillus, yang berfungsi melindungi organ reproduksi perempuan. Ketidakseimbangan mikrobiota dapat meningkatkan risiko infeksi, gangguan kesuburan, komplikasi kehamilan, hingga penyakit ginekologi.

Komposisi mikrobiota ini sangat dinamis dan dipengaruhi oleh hormon, aktivitas seksual, antibiotik, stres, dan kebiasaan sehari-hari.

Mengapa Mikrobiota Vagina Penting untuk Kesehatan Perempuan?

Tahukah Anda? Di dalam vagina hidup jutaan mikroorganisme yang bekerja seperti garda pertahanan tubuh. Selama ini, penelitian mikrobioma lebih banyak berfokus pada usus atau kulit, padahal mikrobiota vagina memiliki peran yang tak kalah penting.

Melansir dari Evvy, mikrobiota vagina tidak hanya menjaga area intim tetap sehat, tetapi juga dapat memengaruhi kesuburan, kehamilan, hingga risiko penyakit tertentu. Karena itu, memahami ekosistem kecil ini penting untuk menjaga kesehatan perempuan secara menyeluruh.

Apa Itu Mikrobiota Vagina?

Mikrobiota vagina adalah komunitas bakteri, virus, dan jamur yang hidup secara alami di dalam vagina. Mereka bekerja aktif untuk:

  • Menjaga keseimbangan pH vagina,
  • Menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi patogen,
  • Melindungi dan mendukung fungsi reproduksi.

Peran Penting Lactobacillus

Bakteri Lactobacillus merupakan “pemeran utama” dalam ekosistem ini. Fungsinya meliputi:

  • Menjaga pH tetap rendah (3,8-4,5),
  • Menghasilkan bakteriosin, antibiotik alami yang menghambat bakteri jahat,
  • Melapisi dinding vagina untuk mencegah patogen menempel.

Ketika Lactobacillus dominan, vagina berada dalam kondisi ideal.

Ketidakseimbangan Mikrobiota: Masalah yang Sering Tidak Disadari

Saat jumlah Lactobacillus menurun, bakteri oportunistik seperti Gardnerella, E. coli, atau Mycoplasma mengambil alih. Kondisi ini disebut dysbiosis vagina.

Salah satu bentuk paling umum adalah Bacterial Vaginosis (BV). BV dialami oleh 1 dari 3 perempuan tiap tahun, namun 84% tidak menyadari karena minim gejala.

Dysbiosis dapat menyebabkan:

  • gatal dan iritasi,
  • sensasi terbakar,
  • perubahan tekstur dan aroma keputihan,
  • infeksi berulang seperti BV, ISK, jamur, AV, hingga CV.

Masalahnya, banyak kondisi memiliki gejala mirip sehingga diagnosis sering tidak tepat tanpa pemeriksaan medis.

Dampak Dysbiosis pada Kesehatan Perempuan Secara Menyeluruh

Ketidakseimbangan mikrobiota tidak hanya memicu infeksi lokal, efeknya dapat bersifat sistemik.

Efek langsung pada tubuh:

  • meningkatkan peradangan,
  • menurunkan pertahanan imun pada area reproduksi,
  • mempermudah patogen memasuki tubuh.
  • Risiko kesehatan jangka panjang:

lebih mudah tertular infeksi menular seksual (IMS),

  • penyakit radang panggul (PID),
  • gangguan kesuburan dan kegagalan program IVF,
  • komplikasi kehamilan: keguguran, kelahiran prematur, preeklamsia,
  • gangguan kesehatan pada bayi baru lahir,
  • peningkatan risiko kanker ginekologi (serviks, ovarium, endometrium),
  • servisitis (peradangan serviks),
  • toxic shock syndrome (TSS).

Dengan kata lain, kesehatan mikrobiota vagina adalah fondasi kesehatan reproduksi perempuan.

Mengapa Mikrobiota Vagina Bisa Berubah-rubah?

Berbeda dengan golongan darah, mikrobiota vagina bersifat dinamis dan sangat mudah berubah. Komposisinya dipengaruhi oleh:

  • aktivitas seksual, terutama dengan pasangan baru,
  • perubahan hormon (kehamilan, menopause, KB),
  • darah menstruasi,
  • penggunaan antibiotik,
  • tingkat stres,
  • kebiasaan merokok,
  • penggunaan produk kebersihan kewanitaan seperti douching.

Beberapa perubahan bersifat alami, tetapi banyak juga yang dapat memicu dysbiosis jika merusak dominasi Lactobacillus.

Kesimpulan

Mikrobiota vagina memegang peran penting dalam menjaga kesehatan perempuan, mulai dari pencegahan infeksi hingga mendukung proses reproduksi. Memahami faktor-faktor yang memengaruhinya dapat membantu perempuan lebih bijak dalam merawat organ intim dan kesehatan secara menyeluruh. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik