Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MIKROBIOTA vagina adalah kumpulan mikroorganisme, terutama Lactobacillus, yang berfungsi melindungi organ reproduksi perempuan. Ketidakseimbangan mikrobiota dapat meningkatkan risiko infeksi, gangguan kesuburan, komplikasi kehamilan, hingga penyakit ginekologi.
Komposisi mikrobiota ini sangat dinamis dan dipengaruhi oleh hormon, aktivitas seksual, antibiotik, stres, dan kebiasaan sehari-hari.
Tahukah Anda? Di dalam vagina hidup jutaan mikroorganisme yang bekerja seperti garda pertahanan tubuh. Selama ini, penelitian mikrobioma lebih banyak berfokus pada usus atau kulit, padahal mikrobiota vagina memiliki peran yang tak kalah penting.
Melansir dari Evvy, mikrobiota vagina tidak hanya menjaga area intim tetap sehat, tetapi juga dapat memengaruhi kesuburan, kehamilan, hingga risiko penyakit tertentu. Karena itu, memahami ekosistem kecil ini penting untuk menjaga kesehatan perempuan secara menyeluruh.
Mikrobiota vagina adalah komunitas bakteri, virus, dan jamur yang hidup secara alami di dalam vagina. Mereka bekerja aktif untuk:
Bakteri Lactobacillus merupakan “pemeran utama” dalam ekosistem ini. Fungsinya meliputi:
Ketika Lactobacillus dominan, vagina berada dalam kondisi ideal.
Ketidakseimbangan Mikrobiota: Masalah yang Sering Tidak Disadari
Saat jumlah Lactobacillus menurun, bakteri oportunistik seperti Gardnerella, E. coli, atau Mycoplasma mengambil alih. Kondisi ini disebut dysbiosis vagina.
Salah satu bentuk paling umum adalah Bacterial Vaginosis (BV). BV dialami oleh 1 dari 3 perempuan tiap tahun, namun 84% tidak menyadari karena minim gejala.
Dysbiosis dapat menyebabkan:
Masalahnya, banyak kondisi memiliki gejala mirip sehingga diagnosis sering tidak tepat tanpa pemeriksaan medis.
Ketidakseimbangan mikrobiota tidak hanya memicu infeksi lokal, efeknya dapat bersifat sistemik.
Efek langsung pada tubuh:
lebih mudah tertular infeksi menular seksual (IMS),
Dengan kata lain, kesehatan mikrobiota vagina adalah fondasi kesehatan reproduksi perempuan.
Berbeda dengan golongan darah, mikrobiota vagina bersifat dinamis dan sangat mudah berubah. Komposisinya dipengaruhi oleh:
Beberapa perubahan bersifat alami, tetapi banyak juga yang dapat memicu dysbiosis jika merusak dominasi Lactobacillus.
Mikrobiota vagina memegang peran penting dalam menjaga kesehatan perempuan, mulai dari pencegahan infeksi hingga mendukung proses reproduksi. Memahami faktor-faktor yang memengaruhinya dapat membantu perempuan lebih bijak dalam merawat organ intim dan kesehatan secara menyeluruh. (Z-10)
Salah satu tanda awal yang harus diperhatikan pada wanita adalah siklus menstruasi.
Untuk itu perlu kita pelajari rangkuman dalam Bab I Buku IPA Kelas IX SMP. Berikut rangkumannya.
Remaja putri perlu mendapat vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks, juga pemeriksaan USG perut untuk mendeteksi tumor/kanker organ reproduksi.
Apa saja penyakit yang dapat menimpa sistem reproduksi? Berikut pembahasan beberapa kelainan dan penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia
Menstruasi merupakan suatu keadaan keluarnya darah, lendir, dan sel-sel epitel yang menyusun dinding rahim. Bila perempuan mengalami menstruasi, akan keluar darah melalui vaginanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved