Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kegigihan Bawa Inovasi Berbasis Budaya Lokal ke Panggung Nasional Diapresiasi

Rahmatul Fajri
09/12/2025 14:09
Kegigihan Bawa Inovasi Berbasis Budaya Lokal ke Panggung Nasional Diapresiasi
Ilustrasi(Dok Istimewa)

MOMEN hangat terjadi saat tim Bintang Kala dari Aceh dipanggil ke panggung pada Malam Apresiasi BUDAYA GO! 2025 di Pos Bloc, Jakarta Pusat, Minggu (7/12). Mereka berhasil melangkah hingga grand final dan bahkan menerima apresiasi khusus sebagai peserta tergigih dari Kementerian Kebudayaan atas perjuangan mereka menyelesaikan aplikasi di tengah bencana banjir yang melanda wilayah mereka.

Meski tidak masuk daftar pemenang utama, Bintang Kala mendapatkan pengakuan khusus berkat dedikasi kuat dalam membawa inovasi berbasis budaya lokal ke panggung nasional, sekaligus komitmen mempertahankan pengetahuan tradisional Aceh melalui pendekatan teknologi modern. Kemenbud juga menyatakan akan membantu pengembangan aplikasi mereka agar bisa dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat.

Inovasi yang dibawa Bintang Kala berangkat dari sebuah kekhawatiran, yakni hilangnya penggunaan Keuneunong, kalender tradisional Aceh yang selama berabad-abad menjadi acuan petani dan nelayan dalam menentukan musim tanam, panen, waktu melaut, hingga membaca risiko cuaca. 

Pengetahuan itu selama ini diwariskan secara lisan, dan karena tidak terdokumentasi, pemakaiannya mulai memudar.

Lewat aplikasi Smart Keuneunong, Bintang Kala mengubah sistem tradisional tersebut menjadi perangkat digital yang mudah diakses masyarakat. Dasar perhitungan Keuneunong dipertahankan apa adanya, sementara teknologi AI digunakan untuk memberikan rekomendasi berdasarkan lokasi pengguna, kondisi cuaca modern, serta pola tradisional yang selama ini menjadi pedoman para Kejurun Blang dan Panglima Laut di Aceh.

Dengan pendekatan ini, Smart Keuneunong bukan hanya berfungsi sebagai alat bantu pertanian dan maritim, tetapi juga menjadi bentuk pelestarian pengetahuan leluhur yang terancam hilang.

Tim Bintang Kala Bidang IT Khususnya Data Scientist, menegaskan bahwa inovasi Smart Keuneunong tidak pernah dimaksudkan hanya sebagai proyek digital. 

“Kami ingin memastikan ia tetap hidup, diakses, dan dipahami oleh generasi sekarang. Jika digunakan dengan benar, rekomendasinya bisa membantu mengurangi risiko gagal panen dan meningkatkan keselamatan nelayan,” ujarnya.

Diketahui, Malam Apresiasi BUDAYA GO! 2025 merupakan bagian rangkaian kegiatan BUDAYA GO! 2025 yang berlangsung sejak 23 Oktober hingga 8 Desember, meliputi pendaftaran, seleksi, pendalaman substansi dengan mentor, uji demo produk, hingga grand final.

Program yang digagas Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Pengembangan Budaya Digital tersebut dirancang untuk menghubungkan ekosistem budaya dengan teknologi, sekaligus mendorong lahirnya inovasi digital yang relevan bagi pemajuan kebudayaan. Kompetisi tahun ini mencatat partisipasi 627 tim dari 33 provinsi yang terbagi dalam kategori Pelajar/Mahasiswa dan Profesional.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha menyampaikan bahwa apresiasi bagi Bintang Kala adalah bagian dari komitmen Kemenbud untuk menghubungkan inovator muda dengan berbagai lembaga, industri, dan pihak relevan agar karya mereka berlanjut. 

Pihaknya juga berkomitmen mengawal para peserta ini untuk bertemu orang yang tepat, klien yang tepat, dan memberi arahan agar produk mereka makin fokus dan bermanfaat. 

“Teknologi bisa menjadi sayap yang membuat budaya terbang lebih jauh, dan Bintang Kala sudah memberi contoh itu,” kata Giring. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya