Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
VITAMIN D sering disebut sebagai “vitamin sinar matahari”. Namun banyak perempuan, terutama usia di atas 50 tahun, tidak menyadari betapa mudahnya kadar vitamin D menurun. Gaya hidup yang minim paparan matahari, penggunaan sunscreen, serta terbatasnya sumber makanan membuat defisiensi vitamin D berkembang secara diam-diam.
Padahal, kekurangan vitamin ini bisa memengaruhi tulang, otot, energi, hingga suasana hati.
Di Amerika Serikat, defisiensi vitamin D ditemukan pada hampir semua kelompok usia. Mengutip Economic Times, penelitian menunjukkan kurang dari 10% perempuan usia di atas 50 tahun memenuhi kebutuhan vitamin D harian hanya dari makanan. Jika ditambah kebiasaan beraktivitas di dalam ruangan dan pemakaian sunscreen, risiko kekurangan vitamin D meningkat signifikan.
Beberapa tanda sering kali tidak disadari sebagai gejala kekurangan nutrisi, yaitu:
Rasa pegal berkepanjangan atau kelemahan otot pada pinggul, kaki, dan punggung bawah menjadi sinyal awal. Karena vitamin D berperan dalam penyerapan kalsium dan fosfor, defisiensi dapat menyebabkan pelunakan tulang serta melemahkan otot, sehingga meningkatkan risiko jatuh dan patah tulang.
Meski sudah tidur cukup, tubuh tetap terasa lesu. Penelitian mengaitkan kekurangan vitamin D dengan fungsi mitokondria dan produksi neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin, yang berperan dalam energi dan mood.
Kulit tampak kusam, tidak merata, atau muncul bercak putih bisa menjadi tanda rendahnya kadar vitamin D. Nutrisi ini mendukung regenerasi sel kulit, sehingga kekurangannya berdampak pada tekstur kulit.
Orang dengan defisiensi vitamin D lebih mudah terserang flu atau infeksi, terutama pada musim dingin.
Pada tingkat lebih berat, kekurangan vitamin D dapat mengganggu keseimbangan kalsium, menyebabkan denyut jantung tidak teratur, pusing, gangguan tidur, hingga ritme sirkadian yang tidak stabil.
Karena bersifat larut lemak, orang dengan persentase lemak tubuh lebih tinggi cenderung membutuhkan lebih banyak vitamin D. Defisiensinya dikaitkan dengan perubahan metabolisme, sensitivitas insulin, serta kesulitan menjaga berat badan ideal.
Kuku yang mudah patah dan nyeri punggung bawah merupakan gejala klasik. Produksi keringat berlebih di kulit kepala dan kerontokan rambut juga dapat terjadi.
Melanin tinggi mengurangi kemampuan kulit memproduksi vitamin D dari sinar matahari. Begitu juga penggunaan tabir surya yang menghambat produksi vitamin D.
Penyakit seperti celiac, Crohn, atau IBD dapat menurunkan kemampuan tubuh menyerap vitamin D.
Vitamin D terlibat dalam produksi serotonin, sehingga kekurangannya dapat memengaruhi stabilitas emosi dan meningkatkan risiko depresi. Seiring bertambah usia, kemampuan kulit dan ginjal memproduksi vitamin D juga menurun.
Kabar baiknya, defisiensi vitamin D relatif mudah diperbaiki.
Berjemur selama 10–20 menit beberapa kali seminggu membantu meningkatkan produksi vitamin D. Namun efektivitasnya tergantung lokasi geografis dan musim.
Sumber makanan terbaik antara lain:
ikan berlemak: salmon, sarden, makarel, tuna
susu atau minuman nabati fortifikasi
Karena vitamin D larut lemak, sebaiknya dikonsumsi bersama makanan berlemak sehat agar penyerapannya optimal.
Suplemen dapat digunakan dengan anjuran tenaga kesehatan. Vitamin D3 umumnya lebih direkomendasikan karena menyerupai bentuk yang diproduksi tubuh. Pemeriksaan darah diperlukan untuk menentukan dosis tepat.
Bagi perempuan usia 50 ke atas, menjaga kecukupan vitamin D sangat penting untuk kekuatan tulang, pemulihan otot, sistem imun, dan kesehatan mental. Kadar vitamin D yang optimal juga membantu mengurangi kelelahan, perubahan mood, dan gejala lain yang kerap dianggap sebagai bagian normal dari penuaan, padahal bisa dicegah. (Z-10)
Olahraga selama ini identik dengan tubuh bugar dan sehat. Namun, manfaatnya melampaui aspek fisik — kesehatan mental juga ikut terjaga.
Vitamin D memberikan manfaat besar bagi tubuh, mulai dari memperkuat tulang hingga meningkatkan imun dan suasana hati. Pelajari manfaat lengkap vitamin D di sini.
Anak-anak zaman sekarang lebih sering beraktivitas di dalam ruangan sehingga berisiko kekurangan vitamin D. Kondisi ini juga meningkatkan risiko penyakit saluran pernapasan
Nyeri tulang dan otot, kelelahan, meningkatnya risiko infeksi seperti flu dan infeksi saluran pernapasan, dan gangguan mood, merupakan gejala-gejala kekurangan vitamin D.
Kekurangan vitamin D sering tidak disadari. Kenali 6 tanda utamanya dan cara mengatasinya sebelum terlambat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved