Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KELAINAN bentuk tungkai pada anak usia 1-6 tahun dapat terjadi selama masa pertumbuhan. Kondisi ini umumnya tampak dalam bentuk kaki O (genu varum) atau kaki X (genu valgum).
Kelainan tersebut membuat posisi lutut dan pergelangan kaki terlihat tidak simetris. Gejala biasanya mulai tampak ketika anak sering jatuh saat berlari, berjalan kurang stabil, atau cepat lelah ketika bermain.
Kelainan ini perlu dideteksi sejak dini dan dipantau secara berkala agar anak terhindar dari gangguan pola jalan maupun peradangan pada sendi lutut. Jika tidak mendapat penanganan medis, bentuk tungkai yang tidak normal dapat bertahan hingga dewasa dan memicu nyeri lutut, gangguan postur tubuh, hingga masalah pada pinggul serta tulang belakang di kemudian hari.
Dokter Spesialis Ortopedi RS Pondok Indah, Mohammad Aulia Herdiyana, menjelaskan bahwa penyebab paling umum kondisi tersebut adalah defisiensi atau kekurangan vitamin D.
“Defisiensi vitamin D menyebabkan rakitis. Kualitas tulangnya menurun sehingga tulang bisa berbentuk O atau X. Karena itu, yang pertama harus kita atasi adalah kadar vitamin D-nya,” ujar Aulia saat ditemui di Jakarta, Rabu (28/1).
Menurutnya, kasus rakitis memiliki beragam tipe sehingga memerlukan evaluasi lebih mendalam. Ada kondisi yang murni disebabkan kekurangan nutrisi akibat asupan makanan yang tidak mencukupi.
Selain itu, kekurangan vitamin D juga bisa dipengaruhi faktor genetik yang diturunkan dari orangtua. Namun, kondisi tersebut masih dapat dipulihkan melalui pemberian suplemen, terutama jika terdeteksi pada tahap awal.
“Bisa membaik kalau masih awal, karena anak-anak punya potensi pemulihan yang sangat bagus,” ungkapnya.
Selain defisiensi vitamin D, penyebab lain kelainan tungkai meliputi faktor genetik, tumor tulang, kelainan saraf, hingga gangguan autoimun. Aulia menegaskan bahwa setiap penyebab membutuhkan penanganan yang berbeda.
Untuk pemulihan kelainan tungkai pada anak, Aulia menyebut salah satu pilihan tindakan adalah guided growth surgery. Operasi ini hanya dapat dilakukan pada anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan.
Secara umum, prosedur dilakukan dengan memasang pelat logam kecil seukuran klip kertas beserta dua sekrup pada salah satu sisi lempeng pertumbuhan tulang. Pelat tersebut menahan pertumbuhan di satu sisi, sementara sisi lainnya tetap tumbuh normal.
Dengan cara ini, pertumbuhan tulang secara perlahan akan “diarahkan” hingga kembali lurus.
Aulia menambahkan, anak tetap dapat beraktivitas tanpa perlu menggunakan gips atau penyangga kaki. Namun, hasilnya tidak instan. Proses pelurusan biasanya memerlukan waktu sekitar 12 bulan, tergantung kecepatan pertumbuhan masing-masing anak, hingga tungkai benar-benar kembali normal. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved