Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Ruang Bekerja untuk Penyandang Disabilitas Harus Terus Ditingkatkan

Putri Rosmalia Octaviyani
04/12/2025 14:51
Ruang Bekerja untuk Penyandang Disabilitas Harus Terus Ditingkatkan
Pekerja penyandang disabilitas Alfability.(Dok. Alfability)

RUANG untuk penyandang disabilitas agar bisa bekerja dan berkarya harus terus ditingkatkan. Dengan begitu, tujuan mencapai Indonesia yang inklusif bisa terwujud dan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai dengan lebih maksimal. 

Di Indonesia, komunitas disabilitas ini masih terus berjuang untuk kesetaraan. Karena itu, upaya menciptakan ruang-ruang berkarya penyandang disabilitas itu juga harus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta. 

Salah satu karyawan penyandang disabilitas Royan Wahyu menceritakan pengalamannya berjuang mencari pekerjaan di tengah keterbatasannya. Ia merupakan penyandang disabilitas tunarungu, satu dari 327 pekerja disabilitas Alfamidi (Alfability). Tahun 2019, sempat berprofesi ojek online, lalu terpaksa berhenti, karena covid-19 menyebabkan sepinya penumpang. Tahun 2022, ia melihat lowongan pekerjaan disabilitas Alfability di media sosial, mencoba melamar dan akhirnya diterima, lalu mengikuti pelatihan. “Sangat bersyukur diterima. Sebagai kru di salah toko, rekan-rekan kerja mendukung, tidak membeda-bedakan dengan kondisi saya,” kata Royan. 

Terus menggali potensi diri, Royan berkuliah di jurusan Akuntansi, Universitas Terbuka sejak tahun 2023. Ia ingin meraih gelar S1, menambah pengalaman dan menunjang pekerjaan lebih baik lagi. 

Kisah inspiratif lainnya datang dari Indu Rahma, disabilitas tunanetra parsial yang sejak 2019 bergabung di Alfamidi dan kini menjadi wakil kepala toko. Setelah berjuang mencari peluang kerja di berbagai tempat, akhirnya bisa diterima bekerja. Meski awalnya minder dengan kondisi fisik yang dimiliki, rekan-rekannya di tempat kerja memotivasi dan membangun kepercayaan diri Indu. 

“Kekhawatiran orang tua kami, anaknya tidak bisa bekerja karena kekurangan sudah terobati. Semoga Alfamidi semakin banyak membuka lapangan pekerjaan untuk disabilitas,” ungkap Indu.

"Ruang inklusi bagi penyandang disabilitas untuk berkarya, tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat budaya kerja yang menghargai keberagaman dan kesetaraan. Kami sejak 2019 membuka ruang inklusi bagi pekerja disabilitas. Ini bentuk komitmen perusahaan terhadap UU No 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas," kata Human Capital General Manager PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi), Christiana Windarsih.

Saat ini terdapat 327 pekerja disabilitas yang terdiri dari 41 tunanetra parsial, 59 tunarungu, 6 tunagrahita, 160 tunadaksa, 8 tunawicara dan 53 disabilitas ganda. Alfamidi telah melampaui kuota 1 persen karyawan disabilitas dari 30.000 lebih karyawan. Tak hanya membuka kesempatan bekerja sesuai dengan kemampuannya, mereka juga diberi kepastian jenjang karir pada Alfability. Di tahun 2025, dari total 327 sebanyak 248 di antaranya mendapat kenaikan jenjang karir. 

"Lingkungan kerja inklusi kami menempatkan para pekerja disabilitas mitra kerja yang setara. Pelatihan bahasa isyarat juga dilakukan untuk membantu komunikasi antar karyawan dengan karyawan disabilitas. Karyawan disabilitas yang bekerja di toko juga memakai seragam atau pin yang sesuai dengan disabilitasnya untuk menginformasikan kepada konsumen akan keberadaan karyawan Alfability tersebut," katanya, dalam keterangannya, Kamis, (4/12). (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya