Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Satgas Penanggulangan Bencana IDAI, Kurniawan Taufiq Kadafi, mengatakan masalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan susu formula di tengah situasi bencana, mungkin dianggap sepele, namun para praktisi kesehatan terutama dokter anak menilai, itu hal yang sangat krusial karena lingkungan harus menjamin dan mengutamakan kebutuhan ibu yang memiliki bayi dalam situasi bencana.
"Artinya kita harus memberikan kepastian bahwa proses menyusui tetap dapat dilanjutkan. Tempat yang nyaman dan terjamin privasi untuk menyusui anak itu mungkin harus dipikirkan di lokasi bencana yang bekerja sama dengan stakeholder untuk membuat proses menyusui dari ibu-ibu itu tetap berjalan secara optimal," kata Kurniawan dalam konferensi pers secara daring, Senin (1/12).
Selain stakeholder terkait, dukungan dari tetangga dan sesama ibu juga tetap diperlukan agar ibu-ibu bisa tetap menyusui.
Menurut Kurniawan yang menjadi masalah dalam pemberian ASI di situasi bencana adalah pendampingan, prioritas akses makanan dan air yang bersih. Pemberian bantuan praktis bagi ibu yang menyusui parsial dibutuhkan agar bisa menyusui dan mengurangi kebutuhan susu formula serta penggunaan botol.
"Hal yang sangat dan penting diperhatikan adalah air bersih dan fasilitas yang diperlukan. Kemudian pendampingan relaksasi bagi bayi yang berhenti menyusui," pungkasnya. (H-2)
Indonesia tempati peringkat 2 dunia kasus campak tertinggi. IDAI desak imunisasi kejar dan peringatkan risiko kematian anak akibat cakupan vaksin rendah.
Di Indonesia, jadwal imunisasi anak saat ini mengacu pada rekomendasi Kementerian Kesehatan serta panduan terbaru dari IDAI yang diperbarui pada 2024.
Kenali gejala campak pada anak mulai dari demam tinggi, batuk-pilek, mata merah, hingga ruam khas yang menyebar dari wajah ke tubuh. Simak penjelasan dokter anak berikut ini.
Waspadai gejala campak pada anak mulai dari demam tinggi hingga ruam khas. Cek jadwal vaksin MR 2026 dan cara penanganan tepat untuk cegah komplikasi.
PENYAKIT campak tidak hanya berbahaya karena risiko komplikasi, tetapi juga karena tingkat penularannya yang sangat tinggi.
PENYAKIT campak masih kerap dianggap sebagai infeksi ringan pada anak yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berkata sebaliknya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved