Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Waspada Child Grooming: Kenali Perubahan Perilaku Anak Sejak Dini

M Iqbal Al Machmudi
01/4/2026 16:03
Waspada Child Grooming: Kenali Perubahan Perilaku Anak Sejak Dini
Ilustrasi child grooming.(Dok. Freepik)

KASUS child grooming atau upaya manipulasi terhadap anak untuk tujuan eksploitasi seksual kian mengkhawatirkan. Orang tua dituntut untuk lebih peka dan membangun komunikasi yang kuat, guna mendeteksi dini jika anak terjebak dalam situasi berbahaya ini.

Child grooming sendiri merupakan proses manipulatif terhadap anak di bawah usia 18 tahun. Pelaku biasanya membangun kepercayaan dan kedekatan emosional secara bertahap agar anak merasa aman, yang pada akhirnya berujung pada eksploitasi seksual.

Ciri-Ciri Anak Mengalami Child Grooming

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Ariani, mengungkapkan sejumlah indikasi yang patut diwaspadai orang tua. Menurutnya, salah satu ciri utama adalah perubahan interaksi sosial anak.

"Anak mulai banyak berbicara tentang orang dewasa atau individu yang jauh lebih tua. Mereka juga cenderung ingin menghabiskan banyak waktu bersama orang tersebut, bahkan berusaha untuk bertemu secara sembunyi-sembunyi atau sendirian," ujar Ariani dalam sebuah diskusi daring, Selasa (31/3).

Beberapa tanda peringatan (red flags) lainnya yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Hubungan Tidak Wajar: Anak terlihat "berpacaran" atau memiliki kedekatan khusus dengan orang yang usianya terpaut jauh.
  • Perubahan Perilaku Seksual: Munculnya perilaku atau pengetahuan seksual yang tidak sesuai dengan usia perkembangan anak.
  • Ketergantungan Emosional: Anak menunjukkan ketergantungan yang sangat kuat pada orang tertentu di luar lingkaran keluarga inti.
  • Penurunan Prestasi dan Kehadiran: Anak cenderung bolos sekolah atau meninggalkan kegiatan ekstrakurikuler demi menghabiskan waktu dengan pelaku.
  • Isolasi Sosial: Anak mulai menjauh dari teman sebaya atau tiba-tiba berganti kelompok pertemanan secara drastis.

Waspadai Barang Mewah dan Aktivitas Digital

Selain perubahan sikap, orang tua juga harus jeli melihat kepemilikan barang-barang baru yang tidak jelas asalnya. Ariani menekankan bahwa pemberian hadiah merupakan salah satu taktik paling umum dalam grooming.

"Ciri red flag yang nyata adalah ketika anak memiliki barang mewah seperti mainan baru, pakaian, perhiasan, atau perangkat elektronik yang tidak mampu dibeli oleh anak seusianya, dan mereka enggan menjelaskan dari mana barang itu berasal," tegasnya.

Di era digital, grooming juga marak terjadi secara daring (online grooming). Orang tua perlu waspada jika anak sering melakukan komunikasi rahasia pada malam hari.

"Sering menelepon malam-malam, melakukan video call, atau Zoom dengan orang yang tidak dikenal oleh keluarga. Ini sering terjadi pada kasus child grooming online," tambah Ariani.

Pesan untuk Orang Tua:

Segala bentuk perubahan perilaku pada anak harus dianggap sebagai "alarm" bagi orang tua. Kedekatan emosional dan keterbukaan komunikasi adalah kunci utama untuk melindungi anak dari ancaman predator seksual.

Ariani memungkasi bahwa orang tua harus selalu sadar (aware) dan menaruh kecurigaan yang sehat jika menemukan kejanggalan pada sikap anak. Deteksi dini dapat mencegah dampak psikologis dan fisik yang lebih dalam bagi masa depan anak.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya