Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Magang Nasional, GNIK Perkuat Kolaborasi bersama Perguruan Tinggi dan Industri

Syarief Oebaidillah
30/11/2025 20:59
Magang Nasional, GNIK Perkuat Kolaborasi bersama Perguruan Tinggi dan Industri
Ilustrasi(Dok ist)

GERAKAN Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) berkomitmen menjadi  mitra strategis Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) guna mempercepat peningkatan kompetensi tenaga kerja di Indonesia dalam program Pemagangan Nasional.

Peran tersebut menjadi penting di tengah upaya pemerintah menyiapkan SDM unggul menjelang puncak bonus demografi 2030-2035.
GNIK hadir sebagai salah satu jawaban terhadap persoalan tersebut.

"Tantangan utama kita adalah menyiapkan SDM kompeten di seluruh sektor industri. GNIK bertindak sebagai kolaborator dari kementerian, lembaga, badan, asosiasi, komunitas HR, perguruan tinggi dan seluruh stakeholder yang berkaitan dengan pengembangan SDM,"kata Yunus Triyonggo pada acara Forum Bersama GNIK, di Jakarta, Sabtu (29/11/25). Yunus mengemukakan belum lama ini pihaknya menandatangani MoU dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi ( LLDIKTI ) Wilayah III DKI Jakarta yang menaungi 246 perguruan tinggi swasta. 

" Kami mengajak kalangan kampus atau perguruan tinggi  perkuat kolaborasi guna meningkatkan kompetensi lulusan sebelum masuk industri. Sebab jika lulus lalu menganggur, apa artinya pendidikan yang telah ditempuh," tukasnya.

GNIK menawarkan 12 Essential Skills (Soft Skills) yang akan diberikan gratis kepada peserta Program Pemanggangan Nasional Kemnaker, yang jumlahnya sudah hampir 80.000 orang. 

Beberapa kompetensi yang diberikan antara lain,Design Thinking,Problem Solving,Creative Thinking,Cross-Culture Collaboration dan lain lain.
Namun ia menekanka tujuan GNIK bukan sekadar teori, tetapi aksi nyata yang terlihat hasilnya,sebelum dan sesudah pelatihan, peserta berubah menjadi pribadi kompeten dan mandiri, siap berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia.
Dalam program Magang Nasional untuk lulusan perguruan tinggi selama satu tahun, GNIK berperan menggerakkan perusahaan anggota untuk membuka kesempatan magang. Contohnya, Matahari Group menerima 800 peserta magang, PT Asabri dan Bristol TNI Indonesia menerima puluhan peserta magang.

Yunus yang juga Direktur SDM Bridgestone Tire Indonesia ini menargetkan 1 juta praktisi HR bersertifikasi pada 2030, meski capaian sementara baru berada di angka 55 ribu orang. "Angkanya memang masih jauh dari target, tetapi kami percaya akumulasi gerakan ini akan bersifat akseleratif dan eksponensial," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker)  Yasserli  yang hadir secra daring  menyambut positif hadirnya GNIK sebagai kekuatan kolaboratif yang mampu mengakselerasi peningkatan kompetensi di berbagai sektor industri.

Dikatakan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi dengan GNIK akan mempercepat proses peningkatan kompetensi, terutama di pelatihan soft skills dan penguatan kapasitas industri dalam menerima peserta magang nasional. 

Yassierli mengutarakan Program Pemagangan Nasional 2026 akan menerima 100 ribu lulusan baru perguruan tinggi. Hasil seleksi hingga pertengahan November 2025 sudah mencatat lebih dari 80 ribu calon peserta.

Menaker Yasserli menambahkan, keterlibatan GNIK akan membantu menutup kesenjangan kompetensi yang selama ini menjadi persoalan besar.
"Dunia kerja dewasa ini menuntut kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan kolaborasi lintas budaya. GNIK memberikan semua itu," cetusnya.

Pada kesempatan sama, Dewan Pengawas GNIK Herdy Harman mengingatkan keberhasilan Indonesia menghadapi bonus demografi tidak mungkin dicapai tanpa kolaborasi yang kuat dan luas. "Membangun negeri tidak bisa dikerjakan sendirian, dan pemerintah tidak boleh dibiarkan bekerja sendiri. Saya menyukai GNIK karena platformnya inklusif, semua orang bisa bergabung," ujar Herdy.

Ia mencontohkan, di lingkungan perusahaan tempatnya bekerja, yaitu Injourney menerima lebih dari 500 peserta magang. Jumlah itu akan terus ditambah setiap tahun. "Kita membangun negeri ini dengan segera dan terencana ,kapan lagi  kalau bukan sekarang. Saatnya kita berkolaborasi sebaik baiknya" pungkas Herdy.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya