Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan berhasil mencatat bukti adanya kilat di atmosfer Mars untuk pertama kalinya, menegaskan bahwa aktivitas listrik bukan hanya fenomena Bumi. Penemuan ini dihasilkan dari data instrumen canggih milik rover NASA, yang menunjukkan bahwa Mars lebih dinamis dari perkiraan sebelumnya.
Berbeda dengan Bumi yang kilatnya dihasilkan oleh awan air masif, kilat di Mars muncul dari badai debu raksasa dan pusaran debu atau dust devils. Aktivitas listrik ini disebut “kilat mini” karena skalanya lebih kecil dibandingkan kilat Bumi.
Badai debu ini seringkali menutupi seluruh permukaan planet Mars. Kilat ini disebut para ilmuwan sebagai "kilat mini" karena skalanya.
Kilat di Mars terbentuk melalui gesekan partikel debu. Saat debu di Mars berputar dan saling bergesekan, mereka menciptakan muatan listrik statis. Muatan ini terpisah dan menumpuk di area tertentu dalam badai debu.
Ketika muatan ini dilepaskan, ia menghasilkan kilatan cahaya. Penemuan ini membuktikan bahwa listrik dapat dihasilkan melalui atmosfer berbasis debu.
Penemuan kilat di Mars sangat penting bagi misi eksplorasi manusia mendatang. Adanya aktivitas listrik yang tak terduga dapat menjadi bahaya potensial.
Kilat bisa merusak peralatan sensitif dan mengancam keselamatan astronot. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami intensitas dan frekuensi petir Mars. (BBC/timesofindia./scientificamerican/iflscience/P-4)
Para astronom kini berburu tanda-tanda kehidupan di 6.000 exoplanet. Mulai dari deteksi gas atmosfer hingga misi masa depan NASA, inilah cara kita menjawab apakah Bumi itu unik.
Teleskop James Webb menampilkan detail baru Nebula Helix, memperlihatkan struktur gas, debu, dan akhir kehidupan bintang dengan resolusi inframerah tinggi.
Setelah 27 tahun berkarir dan mencetak berbagai rekor, astronot NASA Suni Williams resmi pensiun. Misi Boeing Starliner menjadi penutup karir ikoniknya.
Program Artemis tidak hanya bertujuan untuk mendaratkan manusia, tetapi juga membangun fondasi kehadiran jangka panjang di Bulan.
Fenomena astronomi langka akan kembali terjadi: Gerhana Matahari Total diprediksi melintasi sejumlah wilayah Eropa hingga kawasan Arktik pada 12 Agustus 2026.
NASA berupaya menghubungi kembali pengorbit Mars MAVEN yang mendadak diam sejak Desember lalu. Peluang pemulihan menipis setelah kegagalan deteksi terbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved