Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

ESDM Apresiasi Jurnalis dan Fotografer Lewat LKJ 2025

Ficky Ramadhan
27/11/2025 19:45
ESDM Apresiasi Jurnalis dan Fotografer Lewat LKJ 2025
Penjurian Lomba Karya Jurnalistik & Fotografi ESDM 2025.(Dok. MI)

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menggelar Lomba Karya Jurnalistik dan Fotografi (LKJ) Tahun 2025, sebuah ajang apresiasi bagi jurnalis, fotografer, dan masyarakat umum yang selama ini berkontribusi memperkuat literasi publik di sektor energi dan sumber daya mineral.

Tahun ini, kompetisi mengusung tema "Swasembada Energi dan Sumber Daya Mineral untuk Negeri". Untuk lomba karya jurnalistik terdapat dua kategori, yakni karya hard news dan karya feature. Sementara untuk karya fotografi, terdapat kategori karya fotografi dan karya fotografi aerial (drone).

Antusiasme peserta pun terlihat dari jumlah karya yang masuk. Total 231 peserta berpartisipasi dengan mengirimkan 660 karya. Setelah melalui verifikasi administrasi dan proses kurasi berlapis, ratusan karya tersebut akhirnya mengerucut menjadi 16 finalis dengan rincian 8 finalis untuk kategori jurnalistik hard news dan 8 finalis lainnya untuk karya feature, sebelum tiga pemenang kategori jurnalistik ditetapkan.

Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komunikasi Publik dan Media, Dwi Anggia menilai bahwa kompetisi ini penting bukan hanya sebagai ajang penghargaan, tetapi juga sebagai bentuk diseminasi informasi publik yang kredibel terkait isu energi.

"Energi menjadi concern luar biasa dari pemerintah. Swasembada energi berada di bawah pangan sebagai prioritas nasional. Karya-karya yang masuk luar biasa, ada yang menempuh perjalanan delapan jam untuk meliput," kata Anggia, Kamis (27/11).

Anggia mengatakan, proses penjurian juga berjalan dengan sangat ketat hingga menimbulkan dinamika diskusi yang berjalan intens.

"Ada 600-an karya dari 200 lebih peserta yang kemudian dikerucutkan hanya menjadi 16 finalis. Proses penjurian sangat ketat karena melibatkan unsur ESDM, media, dan akademisi," ujarnya.

Lebih lanjut, dalam kategori jurnalistik, peserta dapat mengangkat ragam tema dari subsektor migas, minerba, ketenagalistrikan, geologi, energi baru terbarukan hingga konservasi energi. Kualitas jurnalistik menjadi perhatian utama dewan juri.

Kualitas Jurnalistik

Direktur Pemberitaan Media Indonesia, Abdul Kohar menegaskan bahwa kualitas jurnalistik menjadi perhatian utama dewan juri, mulai dari akurasi, keberimbangan, dan kekuatan narasi menjadi fondasi utama dalam penilaian.

"Faktanya harus jelas, narasumber tidak boleh tunggal, harus full color dari berbagai sisi. Temanya pun juga variatif, ada listrik, energi terbarukan, kebijakan, hingga energi di daerah terluar," jelas Kohar.

Ia menambahkan bahwa proses penjurian dipenuhi perdebatan produktif yang menyoal substansi maupun struktur penulisan. Salah satu yang memicu diskusi panjang terdapat di karya feature, terutama terkait kelengkapan data, presisi penulisan, serta kemampuan menghadirkan narasi yang kuat.

"Effort, narasumber, akurasi, hingga kerapian bahasa ikut jadi pembobotan. Kami juri memperdebatkannya panjang," tambahnya.

Ia pun mendorong para jurnalis untuk terus meningkatkan ketajaman perspektif, mengingat di era big data dan kecerdasan buatan, akses data bukan lagi pembeda utama.

"Jangan pernah merasa selesai. Pertarungan ke depan adalah pertarungan perspektif. Data bisa dicari di mana saja, tapi ketajaman analisis itu yang membedakan," ungkap Kohar.

Adapun, untuk penjurian karya jurnalistik ini dilakukan oleh Dwi Anggia selaku Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komunikasi Publik dan Media, Abdul Kohar selaku Direktur Pemberitaan Media Indonesia, dan Ali Ahmudi selaku Direktur Eksekutif PUSKEP UI.

Penjurian Fotografi: Narasi Visual sebagai Kekuatan Utama

Selain kategori jurnalistik, kompetisi fotografi juga menampilkan karya-karya kuat dari berbagai daerah. Sejak tahap awal, dewan juri menghadapi banyak karya yang memikat, baik secara teknis maupun emosional.

Untuk penjurian dalam karya fotografi ini dilakukan oleh Dwi Anggia selaku Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komunikasi Publik dan Media, Bea Wiharta selaku Visual Storyteller, dan Hariyanto selaku Kepala Divisi Artistik & Multimedia Media Indonesia.

Indikator Seleksi

Visual Storyteller, Bea Wiharta, yang terlibat sebagai juri fotografi, menyebut bahwa aspek narasi menjadi indikator pertama dalam seleksi.

"Karena ini lomba fotografi terbuka, yang kita lihat pertama adalah narasinya. Kita mau cerita apa? Tentang energi di Indonesia. Dari foto-foto terpilih, kita pilih yang narasinya paling kuat," kata Bea.

Ia menyebut bahwa narasi visual yang dinilai bukan hanya mengangkat satu sisi energi, tetapi mampu menggambarkan konteks yang lebih luas. Dari sisi teknis, Bea menegaskan bahwa point of interest juga menjadi kunci dalam fotografi jurnalistik.

"Audiens hari ini paham visual. Jadi kami mencari foto yang point of interest-nya jelas. Begitu dilihat, audiens mengerti ini tentang apa. Kalau teknisnya tidak mengerucut ke pesan utama, kita lewati,” jelasnya.

Bea juga menemukan sejumlah karya yang menonjol karena kekuatan gestur manusia yang tertangkap kamera. Karya tersebut pun membuat dirinya tertarik secara personal.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar para fotografer untuk lebih memprioritaskan komunikasi dalam hasil fotonya. Hal itu dilakukan agar hasil foto tersebut dapat memberi pesan yang dapat dipahami oleh masyarakat awam.

"Lomba foto adalah soal komunikasi. Bukan sekadar foto indah, tetapi fotografer harus tahu apa yang ingin dikomunikasikan. Ketika tahu pesannya, foto itu akan terarah dan kuat," tuturnya.

Lebih jauh, terkait lomba tersebut, para juri pun sepakat bahwa jurnalis dan fotografer memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman publik terkait energi nasional. Di tengah derasnya arus informasi, termasuk misinformasi, karya jurnalistik dan fotografi yang kredibel menjadi pilar literasi masyarakat.

Diketahui, penyelenggaraan LKJ 2025 ini merupakan kerja sama Kementerian ESDM dengan Dari Balik Lensa – Media Indonesia. Diharapkan, dengan diselenggarakannya perlombaan ini, literasi energi masyarakat dapat semakin meningkat dan partisipasi publik dalam mendukung swasembada energi semakin kuat.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya