Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Bahlil: Capaian Lifting 2025 Bukan Omon-omon, Fakta Lampaui Target APBN

Insi Nantika Jelita
12/2/2026 12:37
Bahlil: Capaian Lifting 2025 Bukan Omon-omon, Fakta Lampaui Target APBN
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut lifting minyak 2025 mencapai 605,3 ribu barel per hari, melampaui target APBN. Konsumsi 1,6 juta barel per hari, impor 1 juta bopd.(MI/Agus Mulyawan)

 

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pihaknya melakukan percepatan untuk meningkatkan realisasi lifting atau volume produksi minyak bumi siap jual. 

Terbukti, sepanjang 2025 lifting minyak tercatat mencapai 605,3 ribu barel per hari (bopd). Capaian tersebut melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang ditetapkan sebesar 605 bopd atau setara 100,05% dari target.

"Alhamdulillah lifting kita di 2025 mencapai target APBN sebesar 650 ribu barang per day. Jadi ini fakta loh. Ini bukan omon-omon ini. Jangan dipolitisir gitu loh, jangan ada partai A mengatakan bahwa ini datanya lain," ungkap Bahlil dalam Kuliah Umum Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia bertajuk “Strategi Swasembada Energi 2026: Hilirisasi, Transisi, dan Investasi di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/2).

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menekankan pentingnya bersikap objektif dalam menilai kinerja sektor energi nasional. Ia mengingatkan agar capaian yang ada tidak dipolitisasi dan dibandingkan secara tidak proporsional dengan periode sebelumnya.

"Ya kita harus objektif. Jangan olah sana, olah sini, waktu dikasih giliran dan dikasih tugas dan kerjakan, ada apa? Ada konspirasi apa disitu?" ucapnya. 

"Jadi, kalau mau bicara merah putih, ayo kita bicara tentang jejak masa lampau karya masa lampau, legesimu dan pikiranmu. Jangan orang Papua bilang tulis lain, baca lain, bikin lain. Nah ini fakta nih, bisa di uji," sambungnya. 

Bahlil menyebut, dalam 10 tahun terakhir target APBN untuk lifting baru kembali mencapai target di kisaran 650 ribu barel per hari. Menurutnya, capaian tersebut bukan berasal dari temuan ladang minyak besar yang baru, melainkan dari langkah-langkah strategis yang dilakukan pemerintah.

"Jadi target ABBN kita 10 tahun terakhir baru tercapai 650 ribu barang per day. Kalau ditanya pertanyaannya apakah ada penemuan? Belum baru, yang besar? Enggak ada. Apa yang kita lakukan? Ada 3-4 langkah yang kita lakukan dalam rangka meningkatkan lifting Tahu gak sekarang konsumsi kita?" katanya.

Bahlil memaparkan, konsumsi minyak nasional saat ini telah mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara impor menyentuh angka 1 juta barel per hari. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan situasi pada 1996–1997 ketika Indonesia masih mengekspor sekitar 1 juta barel per hari.

"Konsumsi kita sekarang 1,6 juta barrel per day Dan kita impor 1 juta barrel per day Jadi kebalikan di tahun 1996-1997 kita ekspor 1 juta barrel Di tahun 2024-2025 kita impor 1 juta barrel Nah kalau seperti ini modelnya, gimana kita bicara tentang suasana mahadang?" ucapnya.

Ia menilai ketergantungan impor di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu menjadi tantangan serius bagi ketahanan energi nasional. Dengan cadangan energi yang disebutnya hanya mampu bertahan sekitar 21 hari, Indonesia dinilai berada dalam posisi rentan jika terjadi gangguan pasokan.

Kuliah umum Media Indonesia turut didukung oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), ExxonMobil, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), PetroChina International Jabung Ltd, Harbour Energy, PT Energi Mega Persada (EMP), PT Pertamina EP, dan Medcom.id.

(Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya