Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Dampak Nyata Pendampingan Patriot UI Morotai: Pembangunan Gudang Beras Menuju Swasambada Pangan di Pulau Terluar

Indrastuti
22/11/2025 10:37
Dampak Nyata Pendampingan Patriot UI Morotai: Pembangunan Gudang Beras Menuju Swasambada Pangan di Pulau Terluar
Ilustrasi(Dok Ist)

KABUPATEN Morotai berhasil masuk dalam daftar prioritas nasional pembangunan 100 gudang beras BULOG di wilayah 3T. Terpilihnya Morotai tidak lepas dari inisiatif dan langkah taktis Dr. Rachma Fitriati, Ketua TEP) UI Morotai, yang sejak Agustus 2025 aktif melakukan penjajakan dan audiensi ke jajaran pimpinan BULOG, mulai dari Kantor Pusat hingga Cabang Ternate. Keberhasilan ini semakin mengukuhkan rekam jejak TEP UI Morotai setelah Universitas Indonesia meraih Mandaya Award dari Kemenko PMK sebagai "Penggerak Pembangunan Daerah Terpencil" berkat inovasi TEP UI Morotai. 

100 Gudang senilai Rp5 triliun ini akan menjadi "Markas Pangan" terintegrasi di Indonesia, dilengkapi teknologi modern Rice Milling Unit dan Dryer. Yang revolusioner, petani dan penggilingan kecil bisa mengakses teknologi canggih dengan sistem "Pay-Per-Use" - bayar sesuai pemakaian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, "Penggilingan padi kecil adalah jantung ketahanan pangan. Mereka tidak boleh tergilas persaingan tidak sehat." 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengonfirmasi hasil rapat terbatas dengan Presiden Prabowo (20/11),"Swadaya pangan berakselerasi drastis - dari target 4 tahun menjadi hanya 1 tahun! Penyerapan panen tertinggi sepanjang sejarah. Indonesia resmi STOP impor beras, dan siap menuju ekspor!".

Berdasarkan temuan hasil riset disertasi di Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia, Ahmad Rizal, Direktur Utama BULOG, menjelaskan “Kami tidak hanya membangun gudang, tetapi menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Skema kolaborasi segitiga antara BULOG, petani, dan investor ini menjamin pasar melalui offtake agreement.”

Pemerintah Kabupaten Morotai menyambut baik terpilihnya Morotai sebagau Gudang Beras di wilayah 3T. Hal ini sejalan dengan kebijakan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) pasca keluarnya Inpres Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan KDMP. "Ini momentum tepat memperkuat rantai nilai UMKM pangan lokal," ujar Kepala Dinas Perindagkop UMKM Morotai M. Ramlan Drakel ST MT. Di sisi lain Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Morotai, Tachmid Bilo, SP. M.MA menambahkan, "Dengan total 1.009 hektar lahan sawah di Morotai, kehadiran gudang BULOG akan mendongkrak produktivitas dan kualitas beras Morotai dapat menghidupkan kembali kejayaan "Lumbung Beras Morotai" era 1990-an. "

Dukungan juga datang dari Kepala Desa Aha, Ramli yang memiliki luas lahan sawah sekitar 400 ha. Ramli berharap diikuti pembangunan Jalan Tani dan Jembatan Tani. Sementara Kepala Desa Tiley Kusu, Sugiatno, optimis momentum ini akan membangkitkan kejayaan lumbung pangan Morotai “Pak Menteri Transmigrasi, masyarakat Desa Tiley sangat mengharapkan agar program Trans Lokal New Transmigrasi, dapat menghidupkan kembali lahan tidur yang ada di Desa Tiley sehingga dapat memperkuat swasembada beras di Morotai.” 

Gudang yang ditargetkan beroperasi sebelum panen raya 2026 ini menjadi bukti nyata kolaborasi penta helix antara akademisi (TEP UI), pemerintah, media massa, komunitas, dan BUMN (BULOG) dalam mewujudkan kedaulatan pangan dari wilayah pinggiran. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik