Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Serap 3 Juta Ton Beras saat Panen Raya, Bapanas Tugaskan Bulog Siapkan Gudang

Naufal Zuhdi
21/11/2025 01:01
Serap 3 Juta Ton Beras saat Panen Raya, Bapanas Tugaskan Bulog Siapkan Gudang
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.(Dok. Badan Pangan Nasional)

KEPALA Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara langsung menyampaikan apresiasi atas torehan positif kinerja pemerintah bersama Perum Bulog dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bulog di Jakarta pada Kamis (20/11). 

Adapun salah satu capaian Bulog di 2025 ini adalah stok beras sampai akhir tahun yang akan menjadi stok tertinggi yang pernah dimiliki. Proyeksi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sampai akhir tahun ini akan masih berada lebih dari 3 juta ton dan tanpa ada impor.

"Ke depannya, yang perlu diantisipasi karena perkiraan kami 1 bulan ke depan, stok tertinggi di Desember sampai Januari. Ini perkiraan kami, 3 juta ton berarti itu tertinggi selama 57 tahun," ungkap Amran.

Amran telah memberikan direktif ke Bulog untuk mempersiapkan panen raya di 2026 mendatang. Ia menggarisbawahi agar Bulog mempersiapkan fasilitas penyimpanan untuk stok yang besar.

"Nah, sekarang harus dipersiapkan Februari sampai April (2026), itu butuh penyerapan 3 juta ton. 3 juta ton (stok tahun ini) tambah 3 juta ton (penyerapan tahun depan), (bisa capai) 6 juta ton. Ini tantangannya adalah gudang harus disiapkan dari sekarang karena ini tidak mudah. Tapi, kami yakin dengan pengalaman kemarin, Bulog sudah siap," ucap Amran.

Sebagai informasi, Bapanas mencatat sejak 2008 atau dalam 18 tahun terakhir, stok CBP sampai akhir tahun belum pernah menyentuh level 3 juta ton. Selain itu, CBP yang tanpa dipasok dari impor pun juga belum pernah tersisa hingga 3 juta ton sampai akhir tahun.

Untuk tahun ini, total stok beras pemerintah sampai 19 November berada di angka 3,903 juta ton yang terdiri dari CBP 3,719 juta ton dan komersial 183,6 ribu ton. Dari jumlah itu, Bulog telah melakukan pengadaan dalam negeri sepanjang tahun ini sebanyak 3,325 juta ton yang terdiri dari 3,107 juta ton untuk CBP dan 217,9 ribu ton stok komersial.

Kemudian penyaluran CBP ke masyarakat telah mencapai 1,094 juta ton dan akan terus terakselerasi hingga penghujung tahun. Program-program penyaluran CBP yang melalui penugasan dari Bapanas ke Bulog antara lain Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, bantuan pangan beras, bencana dan keadaan darurat, sampai beras untuk golongan anggaran PNS.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengaku pihaknya siap menyambut panen raya tahun depan. Peningkatan produksi dalam negeri akan didukung Bulog dengan melakukan penyerapan sesuai penugasan dari pemerintah.

"Hari ini Bulog melaksanakan Rakernas. Ada beberapa poin yang menjadi stressing kami. Yang pertama adalah terkait dengan antisipasi kaitan dengan tugas-tugas ke depan. Dengan meningkatnya produksi pangan dari hulu, dihadapkan dengan turunnya pupuk dan semakin meningkatnya produksi pertanian, otomatis panen akan lebih besar," urainya.

"Sedangkan sekarang stok yang ada di gudang kami sekarang sudah 3,8 juta ton. Prediksi kami, ini akan habis, (sisa) sekitar 3,2 juta ton di akhir Desember nanti. Sedangkan 3,2 juta ton ini kan perlu ada penyerapan baru. Seperti disampaikan Pak Mentan, sekitar bulan Februari, Maret, April, Mei, ini kan puncak panen. Oleh karena itu, Bulog ke depan akan menambah gudang," tambah Rizal.

Rizal menjelaskan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Bulog akan membangun 100 Infrastruktur Pascapanen (IPP) yang meliputi gudang penyimpanan beras dan jagung, fasilitas pengering, unit penggilingan, silo, dan rice to rice serta mengutamakan pembangunan di daerah 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar, Perbatasan). Sebanyak 51 IPP akan dibangun di lahan Bulog dan 49 di lahan hibah dari pemerintah daerah. (Fal/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya