Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Aroma masjidil haram dan dinginnya embun pagi menyambut langkah kaki jemaah di pelataran Masjidil Haram. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, Umrah identik dengan suhu terik.
Namun, sekelompok jemaah kini memilih momentum berbeda, yakni beribadah di tengah sejuknya musim dingin Tanah Suci.
Pengalaman fisik ini ternyata membawa dimensi spiritual yang mendalam saat suhu di Makkah dan Madinah siang hari bisa mencapai 27 - 32 derajat celsius, adapun malam hari suhu minimal rata-rata adalah 12 - 15 derajat celsius.
Direktur Utama Duta Mulia Travel, Ivan Septiadi, mengakui bahwa musim dingin yang berlangsung sekitar November hingga Februari, telah menjadi pilihan favorit jemaah.
"Cuaca dingin menghilangkan rasa lelah dan mengurangi risiko kepanasan. Jemaah bisa lebih fokus menyelesaikan putaran tawaf atau sa'i tanpa tergesa-gesa," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Rabu (19/11).
Bukan sekadar faktor fisik, nuansa spiritual di musim dingin dinilai berbeda. Ada ketenangan yang sulit dijelaskan saat udara sejuk menyelimuti area ibadah, menekankan bahwa kondisi ini menciptakan suasana yang lebih intim.
"Langit cenderung cerah, angin berhembus lembut, suasana yang tidak terlalu padat membuat momen munajat (permohonan) terasa lebih personal. Banyak jemaah yang bersaksi, tangisan saat thawaf bukan karena kelelahan, melainkan karena perasaan kedekatan yang kuat dengan Allah SWT," jelasnya.
Menyadari tantangan udara dingin yang kering, para penyelenggara perjalanan kini lebih fokus pada detail kenyamanan jemaah.
"Umroh di musim dingin justru direkomendasikan untuk jemaah lansia. Kami selalu mengingatkan jemaah untuk membawa base layer pakaian hangat, jaket ringan, dan pelembap kulit,” tutup Ivan. (H-2)
Hingga 12 Maret 2026, tercatat 24.022 jemaah umrah Indonesia telah kembali ke Tanah Air melalui berbagai penerbangan internasional dari Arab Saudi menuju Indonesia.
Menhaj Gus Irfan memastikan jemaah umrah di Mekah dan Madinah tetap aman meski konflik Timur Tengah memanas.
MENTERI Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan sekitar 50.000 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi,
Wamenhaj Dahnil Anzar tegaskan keselamatan jemaah haji 2026 jadi prioritas utama di tengah dinamika Timur Tengah. Simak skenario mitigasi dan imbauan umrah di sini
Anggota Komisi VIII DPR Selly Gantina desak Pemerintah mitigasi dampak konflik Timur Tengah terhadap jamaah umrah & stabilitas keuangan haji
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa sekitar 2.000 jamaah umrah Indonesia sempat mengalami kendala saat hendak kembali ke Tanah Air dari Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved