Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Suplemen Vitamin D3 Berpotensi Kurangi Risiko Serangan Jantung Berulang

Bimo Aria Seno
18/11/2025 11:13
Suplemen Vitamin D3 Berpotensi Kurangi Risiko Serangan Jantung Berulang
Ilustrasi(freepik)

VITAMIN D memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tulang, mendukung fungsi otot dan saraf, serta membantu kinerja sistem imun. Para peneliti kini  menyoroti potensi manfaatnya terhadap kesehatan jantung

Sejumlah studi observasional sebelumnya menunjukkan kadar vitamin D yang rendah berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Namun, hasil uji klinis yang dilakukan selama ini masih bervariasi.

Peneliti dari Intermountain Health telah melakukan uji klinis terhadap pasien yang baru mengalami serangan jantung. Dalam penelitian tersebut, mereka memantau kadar vitamin D peserta dan menyesuaikan dosis suplemen secara berkala untuk menjaga kadar darah tetap pada tingkat yang dianggap optimal. 

Pendekatan ini menunjukkan hasil yang menjanjikan. Risiko serangan jantung berulang pada kelompok yang menerima vitamin D3 terarah berkurang hingga setengah dibandingkan mereka yang tidak menerima suplemen.

Food and Nutrition Board merekomendasikan konsumsi vitamin D harian sebesar 600 IU bagi orang dewasa usia 18-70 tahun. Selain itu, vitamin D3 dapat diperoleh melalui paparan sinar matahari, suplemen, makanan fortifikasi seperti susu dan sereal, serta secara alami dari ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan makarel. 

Dalam uji klinis ini, para peneliti berupaya menjawab apakah vitamin D3 dapat memberikan perlindungan tambahan bagi pasien yang pernah mengalami serangan jantung. Peneliti menilai kegagalan sejumlah uji klinis terdahulu mungkin dipengaruhi pemberian dosis vitamin D yang seragam, tanpa melihat kebutuhan individu.

Uji klinis ini melibatkan 630 peserta dengan usia rata-rata 63 tahun, mayoritas laki-laki, yang direkrut dalam waktu satu bulan setelah serangan jantung. Sebanyak 87% peserta memiliki kadar vitamin D rendah saat pendaftaran, dengan rata-rata 27 ng/ml (nanogram per mililiter). 

Target kadar vitamin D ditetapkan pada 40 ng/ml, dan sekitar 60% peserta menerima dosis awal 5.000 IU. Kadar vitamin D mereka dipantau sepanjang uji untuk memastikan tetap berada pada target, dan suplemen tambahan diberikan bila kadar turun.

Risiko serangan jantung berulang turun drastis

Dalam periode penelitian, para peneliti menilai sejumlah kejadian kardiovaskular utama, termasuk kematian, serangan jantung, rawat inap akibat gagal jantung, dan stroke. Meskipun tidak ditemukan perbedaan signifikan pada keseluruhan kejadian kardiovaskular, kelompok yang menerima vitamin D3 terarah menunjukkan angka serangan jantung lanjutan yang jauh lebih rendah, 3,8%, dibandingkan 7,9% pada kelompok tidak menerima vitamin.

Hasil ini menunjukkan suplementasi vitamin D3 yang dipersonalisasi berpotensi menurunkan risiko serangan jantung kedua lebih dari setengahnya. Meski demikian, studi lanjutan dengan skala lebih besar masih dibutuhkan untuk memastikan manfaatnya.

Cheng-Han Chen, MD, kardiolog intervensi yang tidak terlibat dalam penelitian, menjelaskan hubungan antara vitamin D dan kesehatan jantung selama ini lebih bersifat korelatif daripada kausal. Meski vitamin D3 dapat menawarkan manfaat seperti mengurangi peradangan dan menurunkan tekanan darah, bukti ilmiah yang ada masih belum konsisten. 

Menurutnya, jika studi besar selanjutnya membuktikan manfaat vitamin D3 terarah dalam mencegah serangan jantung berulang, dampaknya akan sangat berarti. Direktur Pendidikan dan Keunggulan Klinis di MDVIP, Louis Malinow, MD, juga menilai penelitian ini penting karena menggunakan pendekatan yang menargetkan kadar vitamin D spesifik, bukan sekadar memberi dosis tunggal kepada semua peserta. 

Ia menilai memperbaiki kekurangan vitamin D berpotensi meningkatkan kesehatan arteri, dan manfaat jangka panjang mungkin lebih terlihat jika koreksi kadar vitamin D dilakukan sejak dini. Malinow juga menyarankan perlunya uji klinis jangka panjang pada individu berisiko tinggi yang belum pernah mengalami masalah jantung sebelumnya. (medicalnewstoday/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya