Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

TIM PISN UBBG Guncang Dunia Seni Islami: AI Jadi Kanvas Baru Kaligrafi Aceh

Media Indonesia
15/11/2025 15:13
TIM PISN UBBG Guncang Dunia Seni Islami: AI Jadi Kanvas Baru Kaligrafi Aceh
Ilustrasi(Dok Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG))

TIM Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) kembali melanjutkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui “Pelatihan Kaligrafi Islami Berbasis Artificial Intelligence (AI)” yang dilaksanakan di Desa Neulop II, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie.

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi yang telah dilaksanakan sebelumnya pada 8 November 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya UBBG untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, seni Islam dan inovasi teknologi modern, sejalan dengan arah kebijakan Inovasi Seni Nusantara Kemdiktisaintek 2025.

PISN merupakan program nasional Kemdiktisaintek yang bertujuan memperkuat ekosistem seni dan budaya lokal melalui riset, inovasi dan teknologi. Program ini mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas seni, dan pemerintah daerah untuk menciptakan model pemberdayaan seni berbasis kearifan lokal dan teknologi modern.

Ketua Tim PISN UBBG, Dr. Muhammad Iqbal, S.Pd., M.A menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan menghidupkan kembali minat generasi muda terhadap seni kaligrafi Islami dengan pendekatan digital dan kecerdasan buatan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi tidak menggantikan nilai spiritual, tetapi justru menjadi sarana baru untuk mengekspresikan keindahan Islam secara kreatif dan kontekstual,” ujar Dr. Iqbal.

Pelatihan ini diikuti oleh anggota Sanggar Kaligrafi Desa Neulop II, tokoh Masyarakat serta para pemuda setempat. Peserta diajak memahami dasar-dasar kaligrafi manual, teknik digitalisasi karya, hingga praktik penerapan AI generatif seperti DALL·E dan Leonardo AI untuk menciptakan motif Islami khas Aceh.

Materi pelatihan disusun secara sistematis dalam tujuh sesi, meliputi pengenalan nilai spiritualitas dalam seni, teknik dasar kaligrafi manual, transisi ke kaligrafi digital, penerapan AI dalam desain, digitalisasi karya, strategi pemasaran digital serta pameran karya dan refleksi nilai religius.

Tim pelaksana terdiri atas Asifa Askhan, S.Sn., M.Sn.; Fitriani, M.Pd.; dan Yuswardi, M.T., dengan dukungan mahasiswa UBBG-Ailsa Nurfatiha, Milda Tulljanah, Helma Sulasri dan Cinta Muzariani yang berperan dalam pendampingan teknis, dokumentasi, serta fasilitasi interaksi peserta.

Ketua Sanggar Kaligrafi Neulop II menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Pelatihan ini membuka wawasan baru bagi kami. Kaligrafi bukan hanya tentang tulisan indah, tetapi juga tentang dakwah dan kreativitas yang bisa dikembangkan dengan teknologi,” ungkapnya.

Hasil pelatihan berupa 30 karya digital kaligrafi Islami khas Aceh akan dikurasi dan dijadikan bagian dari Bank Digital Motif Islami Aceh, yang menjadi repositori karya seniman muda di daerah tersebut.

Kegiatan ditutup dengan pameran karya digital dan manual serta refleksi bersama mengenai makna spiritual di balik proses kreatif. Melalui kegiatan ini, UBBG berharap Sanggar Kaligrafi Aceh mampu melanjutkan semangat pelestarian seni Islam di era digital. “Inovasi teknologi hanyalah alat. Ruh dari seni Islam tetaplah keindahan, kedalaman makna, dan adab dalam berkarya,” tutup Dr. Iqbal. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya