Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Raker Dengan DPD RI, Kemendiktisaintek Komitmen Perkuat Peran Kampus

Syarief Oebaidillah
07/11/2025 07:47
Raker Dengan DPD RI, Kemendiktisaintek Komitmen Perkuat Peran Kampus
Mendiktisaintek Brian Yuliarto(Dok Kemendiktisaintek)

KEMENTERIAN Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek)  berkomitmen memperkuat peran perguruan tinggi, sebagai motor penggerak inovasi dan pembangunan daerah. 

Hal tersebut  mengemuka pada Rapat Kerja Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, Wamendiktisaintek, Stella Christie, dan jajaran Kemdiktisaintek. Rapat kerja ini digelar di Komplek MPR/ DPR /DPD,Senayan, Selasa ( 4/11)

Menteri Brian mendorong agar perguruan tinggi  atau kampus aktif berkolaborasi dengan sektor industri dan pemerintah daerah.

“Jika kolaborasi berjalan dengan baik, setiap penelitian, dari skripsi hingga disertasi dapat lahir dari masalah riil yang dihadapi daerah dan industri,” tegas Menteri Brian.

Dalam rapat ini, Komite III DPD RI menyampaikan sejumlah masukan strategis. Beberapa di antaranya menyoroti perlunya peningkatan dukungan terhadap Perguruan Tinggi Swasta (PTS), penyederhanaan sistem akreditasi yang dinilai masih belum seragam, serta penguatan riset dan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat. DPD juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap jalur penerimaan mahasiswa mandiri dan pembinaan perguruan tinggi teknik di daerah untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli nasional.

“Banyak PTS memiliki potensi besar, hanya perlu pendampingan yang tepat agar bisa ikut berkontribusi dalam inovasi nasional,” ujar Wakil Ketua I Komite III DPD RI, Dailami Firdaus.

Kemendiktisaintek menyatakan, pemerintah tengah memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan industri. Melalui pendekatan berbasis kebutuhan, Kemdiktisaintek mendorong agar riset dan karya ilmiah mahasiswa serta dosen diarahkan untuk menjawab persoalan konkret di sekitarnya. Kementerian juga membuka kolaborasi industri dan kampus, di mana industri dapat menyampaikan tantangan yang dihadapi untuk kemudian dicarikan solusi melalui riset akademik.

Lebih lanjut Wamendiktisaintek Stella mengutarakan peningkatan dana riset, merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap penguatan kualitas riset di kampus, termasuk PTS dan kampus-kampus di wilayah timur Indonesia. Dana tersebut diarahkan untuk memperkuat hilirisasi riset dan memastikan hasil penelitian dapat digunakan langsung oleh masyarakat dan industri.

“Peningkatan dana riset hingga 218 persen adalah wujud perhatian pemerintah. Riset harus berdampak langsung, baik untuk peningkatan mutu kampus maupun kemajuan daerah,” kata Wamen Stella.

Selain itu, Kemendiktisaintek juga memberikan perhatian terhadap akses pendidikan tinggi. Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah terus meningkatkan sistemnya, serta mendorong pemerintah daerah mengembangkan KIP Kuliah Daerah agar tidak ada mahasiswa yang berhenti kuliah karena kendala ekonomi.

Pembinaan

Sementara di bidang tata kelola pemerintahan, Wamendiktisaintek Fauzan menyatakan bahwa kementerian tengah menata kembali sistem pembinaan perguruan tinggi. Kebijakan ini diharapkan membuat pembinaan lebih efektif sekaligus mendorong kampus beradaptasi dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

“Dibutuhkan transformasi kurikulum agar kampus bisa mencetak sarjana dengan kompetensi yang spesifik, agar dapat berkontribusi dalam pembangunan nasional,” jelas Wamen Fauzan.

Rapat kerja ini menegaskan komitmen bersama antara DPD RI dan Kemendiktisaintek untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi, riset, dan industri. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem inovasi nasional yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing global. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik