Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Azhar Jaya, mengungkapkan Kemenkes berencana akan mengubah sistem rujukan pasien.
Saat ini sistem rujukan pasien dilakukan berjenjang dari rumah sakit kelas D, kemudian kelas C, kelas B, sampai ke kelas A. Ke depan, sistem rujukan pasien direncanakan berbasis kompetensi. "Pasien akan dirujuk sesuai dengan kebutuhannya, jadi tidak harus berjenjang, jadi sesuai dengan kebutuhannya," kata Azhar dalam rapat panja JKN Komisi IX DPR RI, Kamis (13/11).
Ia menerangkan nantinya pasien dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) bisa dirujuk ke rumah sakit tingkat madya, atau ke utama, ataupun bisa juga langsung dirujuk ke tingkat paripurna tergantung daripada kebutuhan medis yang diperlukan oleh pasien.
Dengan demikian tentu saja akan terjadi penghematan pembiayaan perawatan dengan harapan jika pasien tersebut sudah dirujuk, maka tidak perlu dirujuk-rujuk lagi.
"Jadi pihak BPJS Kesehatan hanya bayar satu rumah sakit saja, karena begitu sudah dirujuk, maka rujukan tersebut harus dilayani oleh rumah sakit tersebut secara tuntas, ini yang kita lakukan dengan rujukan berbasis kompetensi," pungkasnya. (M-1)
Edy juga menyoroti rujukan antar RS yang kerap dibebankan kepada keluarga pasien. Menurutnya, RS harus proaktif mencarikan tempat kosong, bukan melempar tanggung jawab kepada keluarga.
BPJS Watch menilai rencana pemerintah mengubah sistem rujukan pasien BPJS Kesehatan dilakukan agar lebih fokus pada kebutuhan pasien lebih efektif dan efisien.
UNTUK menunjang peserta JKN dalam mengakses pelayanan yang mudah, BPJS Kesehatan meluncurkan fitur audio-visual dalam layanan telekonsultasi dengan dokter di FKTP.
Klinik desa diharapkan memiliki akreditasi, bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, dan menyediakan tenaga medis 24 jam, termasuk dokter dan dokter gigi, serta peralatan dan obat yang memadai.
Kepala UPTD Puskesmas Hadakewa, Kristina Kewa, berharap pihaknya dapat meraih akreditasi sempurna sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Memasuki satu dekade Program JKN, BPJS Kesehatan kini tengah berupaya melakukan transformasi mutu layanan demi menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat dan setara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved